Mengapa Bayi Pilih Pilih Makanan ?

Spread the love

Mengapa Bayi Pilih Pilih Makanan ?

Pemberian makan yang buruk pada bayi digunakan untuk menggambarkan bayi dengan sedikit minat untuk menyusu. Ini juga dapat merujuk pada bayi yang tidak cukup makan untuk menerima nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang memadai. Pertumbuhan yang buruk terkait dengan kurangnya makan dapat menyebabkan kondisi terpisah yang disebut gagal tumbuh.

Pemberian makan yang buruk disebabkan oleh berbagai kejadian. Berbeda dengan makan pilih-pilih, di mana bayi mungkin menolak satu bentuk susu dengan yang lain, atau balita mungkin menolak makanan tertentu. Tidak peduli apa penyebab sebenarnya dari pemberian makan yang buruk, kekurangan gizi adalah perhatian utama. Faktanya, Sumber Tepercaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 45 persen kematian anak terkait dengan kekurangan gizi.

Penting untuk tidak mengabaikan pemberian makan yang buruk sebagai sesuatu yang akan meningkat seiring waktu. Ini adalah titik kritis dalam kehidupan anak Anda, dan kehilangan nutrisi utama dapat menyebabkan masalah fisik dan kognitif.

Masalah makan bayi adalah alasan umum orang tua hadir dalam praktik umum. Membedakan antara varian patologi normal dan benar bisa jadi sulit. Kecemasan orang tua dan keyakinan kesehatan juga dapat menambah kerumitan konsultasi. Beberapa masalah makan yang lebih umum yang timbul pada anak-anak yang sangat muda adalah alergi saluran cerna atau hipersensitifitas saluran cerna, intoleransi laktosa, penyakit refluks gastroesofagus (GORD) dan kolik.

Mitos dan Kontroversi :

  • Bayi tidak mau makan jika makanan kesukaannya tidak disediakan, atau hanya mau makanan yang itu-itu saja.
  • Pada usia ini otak bayi mulai berkembang dan bisa memilih mana yang disukainya dan mana yang tidak.

Fakta:

  • Sebenarnya bayi  pilih-pilih makanan bukan karena yang disukai tetapi karena yang hanya mau makanan yang mudah dikunyah dan ditelan.
  • Pada bayi sulit makan mengalami gangguan oral motor yang mengakibatkan gangguan mengunyah menelan sehingga mereka akan pilih pilih atau menolak makanan dengan tekstur tertentu terutama yang berserat seperti sayur, daging sapi atau nasi.
  • Anak seperti ini hanya mau makanan yang tidak berserat dan yang crispy atau kriuk seperti telor, nugget,  dan sejenisnya

Penanganan Terbaik Atasi Penyebabnya

  • Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makanan ke mulut, kemudian mengunyah dan menelan, sehingga ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan. Pergerakan motorik yang berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah, dan banyak otot lainnya di sekitar mulut.
  • Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi oral motor atau koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.
  • Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil. Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna.
  • Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada bayi berupa : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, Sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, Sering rewel atau gelisah terutama malam hari atau kadang mengalami kolik namun kedaan ini sering dianggap haus minta minum, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada anak berupa : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam
  • Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak
BACA  Tanda Bayi lapar Saat Minum ASI

 

.

Originally posted 2020-08-17 13:35:03.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *