KONSULTASI : Mengapa bayiku sering rewel, menangis terus dan sulit Tidur ?

Spread the love

KONSULTASI : Mengapa bayiku sering rewel, menangis terus dan sulit Tidur ?

JAWABAN KONSULTASI DR WIDODO JUDARWANTO, pediatrician

Beberapa kelompok bayi khsusnya di bawah usia 3 bulan sering rewel, sering minta gendong, menjerit, menangis terus dan sulit tidur. Anda mungkin baik-baik saja, tetapi kadang juga sering bingung atau panik dalam mengahadapi hal ini. . Dan Anda tidak sendirian dalam merasakan tekanan pada orang tua baru untuk menidurkan bayi sepanjang malam sedini mungkin. Hasilnya: sangat tidak mungkin terjadi sebelum 4 sampai 6 bulan. Bayi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk belajar bahwa malam adalah siang dan malam, dan bahwa kita tidur di malam hari.

JAWABAN DR WIDODO JUDARWANTO

  • Beberapa orantua tampak sering kewalahan ketika bayinya menangis terus padahal baru saja minum ASI cukup lama dan cukup banyak sehingga saat bayi menangis dalam waktu dekat produksi ASI habis.. Melihat tangisan yang cukup keras dan sering tersebut si ibu panik dan beranggapan bahwa ASInya kurang. 4Maka terpikirlah untuk memberi susu formula, apalagi nenek si bayi terus mendesak memberi susu formula karena kasihan cucunya menangis terus.
  • Ternyata banyak kasus seperti itu terjadi. Orangtua sulit membedakan antara haus dan rasa tidak nyaman pada bayi. Penderita alergi dan hipersensitifitas pada bayi sering terjadi bayi rewel atau merasa tidak nyaman pada saluran cernanya sehingga sering menangis.
  • Keadaan ini sering dianggap minta minum atau kehausan. Keadaan ini oleh orang awam sering disebut sebagai “bayi bau tangan”. Hal ini sering merngacaukan program ASI ekslusif karena Ibu tidak percaya diri dan menganggap ASInya tidak banyak.

Sudah cukupkah jumlah ASI untuk anak saya? Masalah ini mungkin merupakan pertanyaan yang paling sering ditanyakan ibu menyusui saat konsultasi ke dokter. Pertanyaan ini wajar terjadi, karena ternyata banyak bayi yang tetap saja minta minum meskipun minum ASI sudah lama dan cukup sering.

Kekawatiran ASI kurang atau Fobia ASI kurang adalah perasaan yang tidak benar pada ibu yang menganggap bahwa produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini terjadi karena adanya gejala gejala tertentu pada bayi yang masih dianggap haus padahal bayi sudah minum banyak. Gejala ini cukup menyesatkan dan dianggap bahwa bayi masih kurang minum sehingga pemberian susu formula ditambahkan. Pada akhirnya hal inilah yang seringkali menggagalkan program ASI eksklusif.

Gejala 

  • Beberapa gejala pada bayi yang timbul bukan karena rasa haus dan lapar dapat disebut gejala palsu. Gejala ini seringkali timbul karena ada yang dirasakan tidak nyaman pada tubuh bayi. Gejala yang timbul biasanya tampak bayi bila minum susu terburu-buru, tidak sabar, seringkali minta minum (kurang dari 11/2 jam) atau sering ngempeng.
  •  Keadaan bayi rewel, sering menangis, selalu minta digendong dan sering minta minum terus atau ”Gejala Haus Palsu” ini seringkali mengakibatkan kegagalan program ASI eksklusif. Ibu sering merasa letih dan kurang tidur karena tampak bayi sering minta minum dan hanya terus ”ngempeng” (tidak menyedot) puting susu. Akhirnya karena kondisi tersebut keputusan pemberian susu formula dilakukan.
  • Ketidaknyamanan pada bayi ini seringkali terjadi karena rasa sakit atau gangguan pada saluran cerna bayi. Keadaan ini sering terjadi karena imaturitas saluran cerna pada bayi masih belum sempurna. Biasanya dengan pertambahan usia terutama di atas usia 3 bulan gangguan ini akan membaik. Gangguan tersebut sering terjadi pada penderita dengan bakat alergi.
  •  Gangguan pada saluran cerna dapat dianggap sebagai penyebab bila terjadi gejala bayi sering muntah atau gumoh, kembung, hiccup (“cegukan”), buang angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, BAB > 4 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Sering “ngeden. Kadang disertai hernia Umbilikalis (benjolan pada pusar/”bodong”) bahkan juga hernia scrotalis, inguinalis karena sering ngeden.
  • Gangguan saluran cerna karena alergi ini biasanya semakin meningkat saat malam hari. Pola diurnal malam hari ini juga terjadi pada gangguan alergi lainnya seperti napas grok-grok, batuk, asma, hidung buntu dan sebagainya. Pola ini juga berkaitan mengapa bayi sering rewel malam hari dan mengapa bayi lebih sering minta minum malam hari. Gangguan saluran cerna ini disertai lidah timbul putih seperti jamur dan bibir kering. Gangguan saluran cerna tersebut seringkali disertai gangguan hidung dan kulit.  Meskipun sangat jarang sebagai penyebab tetapi popok basah, kedinginan atau udara panas bisa mengakibatkan ”gejala haus palsu” ini timbul.
  • Selain ”Gejala Haus Palsu” juga didapatkan ”Tanda Haus Palsu’. ”Tanda Haus Palsu’, adalah gerakan dan tanda pada bayi yang sebenarnya tidak berhubungan dengan rasa haus pada bayi tetapi dianggap bayi kurang minum. Tanda tersebut diantaranya adalah ”Reflek sucking” (bila disentuh pipi mulut mengikuti tangan seperti ingin dihisap) yang berlebihan, lidah sering menjulur-julur, memasukkan tangan ke mulut, timbul gerakan mengecap pada mulut bayi dan sebagainya. Tanda tersebut bukan merupakan rasa haus, dapat dilihat setelah minum banyak tanda tersebut masih sering dilakukan oleh bayi.
  • Pada keadaan ”Gejala Haus Palsu” dan ”Tanda Haus Palsu” biasanya bayi mengalami ”overfeeding”. ”Overfeeding” adalah bayi mendapatkan jumlah ASI melebihi kebutuhan normal nutrisi pada bayi, sehingga berat badan bayi tampak meningkat pesat. Biasanya berat badan bayi bertambah melebihi 750 gram dalam 2 minggu atau lebih dari 1 kg dalam sebulan.
BACA  5 Posisi Terbaik Bagi Bayi Sat Menyusui

Ada dua hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu proses tersebut:

  • Kembangkan rutinitas dan jadwal yang membuat mereka terbiasa tertidur pada waktu yang diinginkan. Makan malam, mandi, membaca cerita, menyanyikan lagu pengantar tidur, memakai piyama – setiap keluarga memiliki rutinitas yang berbeda, tetapi melakukan gerakan-gerakan itu pada waktu yang konsisten akan membantu bayi belajar kapan harus tidur.
  • bantu anak Anda belajar kembali tidur sendiri jika mereka bangun di malam hari.

PENANGANAN

  • Bila didapatkan tanda dan gejala haus palsu tersebut, maka harus dipastikan bahwa keadaan itu bukan karena haus. Bila setelah minum banyak kurang dari 11/2 jam kemudian bayi menangis coba gendong bayi dan timang-timang dulu. Bila tangisan berkurang maka memang bayi memang bukan hendak minum. Jika masih rewel maka harus dicermati apakah produksi ASI memang kurang. Bila dianggap produksi ASI tidak memadai perlu dilakukan pendekatan untuk mencari penyebabnya, kalau perlu dikonsultasikan ke dokter.
  • Imaturitas saluran cerna biasanya akan bertahap membaik di atas usia 3 – 6 bulan. Sebelum dalam keadaan membaik gejala alergi yang mungkin dianggap sebagai penyebab harus diminimalkan. Penyebab alergi makanan yang sering terjadi adalah pengaruh diet yang dikonsumsi ibu. Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi ibu dapat mempengatuhi bayi. Pada beberapa bayi, penghindaran makanan tertentu pada diet ibu seperti kacang-kacangan, ikan laut dan buah-buahan tertentu ternyata dapat meminimalkan keluhan. Penghindaran makanan yang bergizi tersebut harus diganti makanan lainnya seperti kacang kedelai, ikan air tawar, ikan salmon, apel, pepaya, wortel dan sebagainya sehingga kualiotas ASI tidak terganggu.
  • Pemantauan akan lebih baik kalau ibu juga mengalami gejala alergi pada kulit dan saluran cerna. Bila ibu mengalami gangguan pada kulit berupa jerawat, kulit timbul bintik atau gatal di tangan, kaki atau sekitar mulut. Dan, disertai gangguan saluran cerna seperti nyeri perut, mual, kosntipasi atau diare maka bayi yang disusui juga akan terjadi peningkatan gangguan
  • Ketika menyusui adalah bagian dari rutinitas, bayi terkadang tertidur karena sifat menyusui yang menenangkan. Belajar untuk tertidur sendiri, atau menenangkan diri, adalah keterampilan yang harus dipelajari bayi, dan Anda dapat membantu mengajari mereka dengan menidurkannya di tempat tidur atau buaiannya tetapi tetap terjaga. Memang manis berpelukan dengan bayi Anda, tetapi Anda tidak ingin bayi Anda mengetahui bahwa mereka membutuhkan pelukan agar dapat tertidur.
  • Sampai saat itu, mengharapkan untuk menjadi sangat lelah itu membantu. Bangun setiap beberapa jam hanyalah bagian dari memiliki bayi, dan akan membantu, jika Anda bisa, mencoba untuk tidur ketika bayi tidur. Jangan takut untuk mengendurkan standar kerapian Anda sedikit, mundur dari komitmen dan meminta bantuan ekstra selama bulan-bulan awal ini. Mintalah kakek nenek atau anggota keluarga untuk datang dan mengambil giliran kerja. Minta seorang teman untuk datang menjaga bayi saat Anda tidur siang atau mandi. Anda selalu dapat membayarnya untuk orang lain.
  • Dan ingat, bayi memang menangis, dan itu bisa membuat frustrasi dan terkadang bahkan mengecilkan hati, terutama jika bayi Anda terbangun menangis di malam hari. Jika Anda ingin meletakkan bayi di tempat yang aman seperti keranjang bayi atau boks bayi, Anda boleh meninggalkan ruangan selama beberapa menit untuk beristirahat dan menenangkan diri.
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *