KLINIK BAYI ONLINE

Efek hormonal pada bayi baru lahir

Efek hormonal pada bayi baru lahir terjadi karena di dalam kandungan, bayi terpapar banyak zat kimia (hormon) yang ada di aliran darah ibu. Setelah lahir, bayi tidak lagi terpapar hormon tersebut. Paparan ini dapat menyebabkan kondisi sementara pada bayi baru lahir.

Hormon dari ibu (hormon ibu) adalah beberapa bahan kimia yang melewati plasenta ke dalam darah bayi selama kehamilan. Hormon-hormon ini bisa memengaruhi bayi.

Misalnya, wanita hamil menghasilkan hormon estrogen tingkat tinggi. Hal ini menyebabkan pembesaran payudara pada ibu. Pada hari ketiga setelah lahir, pembengkakan payudara juga dapat terlihat pada bayi laki-laki dan perempuan yang baru lahir. Pembengkakan payudara bayi baru lahir seperti itu tidak berlangsung lama, tetapi merupakan perhatian umum di antara orang tua baru.

Pembengkakan payudara akan hilang pada minggu kedua setelah lahir karena hormon meninggalkan tubuh bayi yang baru lahir. JANGAN meremas atau memijat payudara bayi baru lahir karena dapat menyebabkan infeksi di bawah kulit (abses).

loading...

Hormon dari ibu juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting bayi. Ini disebut susu penyihir. Ini biasa terjadi dan paling sering hilang dalam 2 minggu.

Bayi perempuan yang baru lahir mungkin juga mengalami perubahan sementara di area vagina.

  • Jaringan kulit di sekitar area vagina, yang disebut labia, mungkin terlihat bengkak akibat paparan estrogen.
  • Mungkin ada cairan putih (keluarnya cairan) dari vagina. Ini disebut leukore fisiologis.
  • Mungkin juga ada sedikit perdarahan dari vagina.
  • Perubahan ini biasa terjadi dan akan menghilang secara perlahan selama 2 bulan pertama kehidupan.

Signifikansi fisiologis dari perubahan hormonal pada awal kehidupan pascakelahiran mulai muncul, tetapi signifikansi perilaku pada manusia tidak diketahui. Sebagai tes pertama tentang hubungan antara hormon dan perilaku pada masa bayi awal, kami mengukur rasio digit dan kadar hormon saliva pada empat puluh satu bayi laki-laki dan perempuan (usia 3-4 bulan) yang menonton video yang menggambarkan rangsangan yang secara berbeda disukai oleh laki-laki yang lebih tua dan betina (mainan, kelompok). Pelacak mata mengukur fiksasi visual dan waktu melihat. Pada bayi perempuan, hormon tidak berhubungan dengan preferensi visual. Pada bayi laki-laki, kadar androgen yang lebih tinggi memprediksi preferensi yang lebih kuat untuk rangsangan khas laki-laki. Data ini memberikan bukti pertama untuk peran hormon dalam perilaku terkait seks yang muncul di awal perkembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini