KLINIK BAYI ONLINE

Gizi Pada Bayi dan Kebutuhan Nutrisi Pada Bayi

Gizi bayi merupakan gambaran kebutuhan makanan bayi. Diet yang kekurangan kalori, mineral, vitamin, atau cairan esensial dianggap tidak memadai. ASI memberikan nutrisi terbaik untuk bulan-bulan penting pertama pertumbuhan jika dibandingkan dengan susu formula. Misalnya, alat bantu menyusui dalam mencegah anemia, obesitas, dan sindrom kematian bayi mendadak; dan meningkatkan kesehatan pencernaan, kekebalan, kecerdasan, dan perkembangan gigi.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi, atau formula yang diperkaya zat besi, selama enam bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan selama satu tahun atau lebih sesuai keinginan bayi dan ibu. Bayi biasanya tidak diperkenalkan dengan makanan padat sampai usia empat sampai enam bulan. Secara historis, menyusui bayi adalah satu-satunya pilihan nutrisi, jika tidak bayi akan mati. Menyusui jarang merupakan kontraindikasi, tetapi tidak disarankan untuk ibu yang sedang dirawat karena kanker, mereka yang menderita tuberkulosis aktif, HIV, penyalahgunaan zat, atau leukemia. Dokter dapat dikonsultasikan untuk menentukan sumber nutrisi bayi terbaik untuk setiap bayi.

Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan antara lain :

  1. Memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir.
  2. Memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan.
  3. Memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan.
  4. Meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih.

Kebutuhan Nutrisi Bayi

  1. Kebutuhan energi bayi yang cukup selama tahun pertama kehidupan sangat bervariasi menurut usia dan berat badan. Taksiran kebutuhan energi selama 2 bulan pertama, yaitu masa pertumbuhan cepat, adalah 120 kkal/kg BB/hari. Secara umum, selama 6 bulan pertama kehidupan, bayi memerlukan energi sebesar kira-kira 115-120 kkal/kg/hari. Kemudian berkurang sampai sekitar 105 – 110 kkal/Kg/hari pada 6 bulan sesudahnya.
  2. Bayi membutuhkan lemak yang tinggi dibandingkan usia yang lebih tua, sebab lemak digunakan sebagai penyuplai energi. Air Susu Ibu memasok sekitar 40-50% energi sebagai lemak (3- 4g/100cc).
  3. Berdasarkan berat badan, kebutuhan protein bayi adalah 2,2 g/kg/hari pada usia <6 bulan dan 2 g/kg/hari pada usia 6-12 bulan. Asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan intoksikasi protein, yang gejalanya seperti letargi,dehidrasi,& diare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini