KLINIK BAYI ONLINE

Eksim atau Dermatitis Atopik Pada Bayi, Penyebab dan Penganannya

Spread the love

Eksim atau dermatitis atopik atau Alergi kulit dapat muncul sebagai bercak merah dan berkerak pada kulit bayi, seringkali selama beberapa bulan pertama. Itu umum dan sangat bisa diobati. Banyak bayi yang tumbuh lebih besar darinya. Tidak yakin apakah ruam yang gatal dan teriritasi pada bayi Anda adalah eksim? Dokter Anda dapat memberi tahu Anda dengan pasti. Pertanyaan dan jawaban ini dapat membantu Anda memahami apa yang harus dicari.

Dermatitis atopik atau eksim atopik adalah penyakit merupakan kelainan kulit tersering pada anak terutama pada bayi. Bayi dan anak yang mengalami dermatitis atopik umumnya memiliki keluhan dan gejala kulit kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada satu atau beberapa tempat di wajah, leher, lipatan siku/lutut, siku/lutut, pergelangan kaki hilang timbul, dan berlangsung lama (kronik).

Gejala Alergi Kulit

  • Bercak kulit merah atau kering. Kulit juga hampir selalu gatal dan kasar.
  • Bayi bisa mendapatkan kondisi ini di mana saja di tubuh mereka. Paling sering, itu mempengaruhi pipi dan persendian lengan dan kaki mereka.
  • Bayi eksim (juga disebut eksim bayi atau dermatitis atopik) dengan cradle cap mudah dikacaukan. Tetapi ada beberapa perbedaan utama.
  • Cradle cap tidak terlalu merah dan bersisik. Biasanya sembuh dalam 8 bulan dan biasanya muncul di kulit kepala, sisi hidung, kelopak mata dan alis, dan di belakang telinga.
  • Berdasarkan usia pasien dan distribusi kelainan kulit, DA dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase infantil (0-2 tahun), anak (2 tahun-pubertas), dan dewasa.
    1. Periode Bayi (usia 2 bulan – 1 tahun) Dalam periode ini umumnya lesi awal muncul pada usia 2 bulan, biasanya simetris pada kedua pipi, kemudian menyebar ke dahi, kulit kepala, telinga, leher, pergelangan tangan dan tungkai. Alergen (pencetus) yang berperan dalam fase ini adalah makanan, seperti susu sapi, telur, soya dan gandum.
    2. Periode anak (usia 1-10 tahun) Periode ini dapat bersifat langsung maupun lanjutan dari fase infantil, muncul di lipat siku, lipat lutut, lesi juga bisa mengenai bagian luar sendi serta pergelangan tangan dan pergelangan kaki, kelopak mata dan leher.  Anak dapat mengalami gangguan fungsional karena nyeri apabila timbul luka pada kulit.  Pada dermatitis berat (lebih dari 50% luas permukaan tubuh) seringkali terjadi gangguan psikologis.  Alergen yang berperan dalam fase ini adalah aeroalergen (pencetus yang dihirup) seperti tungau, debu rumah, wol dan serpihan hewan piaraan selain alergi makanan.
    3. Periode remaja dan dewasa (usia > 13 tahun) Gambaran khas pada fase ini adalah eksim likenifikasi (penebalan kulit) pada daerah lipatan, plak hiperpigmentasi (perubahan warna kulit menjadi lebih gelap), dan skuama (bersisik) di pergelangan tangan, pergelangan kaki, leher dan kelopak mata. Gatal terutama pada malam hari yang berkaitan dengan kondisi psikologis, sehingga pasien dewasa sering mengeluh kelainan ini dicetuskan oleh gangguan emosional. Kekambuhan terjadi saat terpajan dengan alergen spesifik atau lingkungan tertentu.
BACA  Alergi Susu Sapi dan Cara Pemilihan Susu Formula Khusus

Penyebab

  • Dermatitis atopi terjadi akibat interaksi multifaktorial, yaitu faktor genetik (keturunan), alergi makanan, lingkungan, gangguan fungsi sawar (pelindung) kulit, faktor imunologik, dan infeksi.
  • Penyebab utama kelainan gentik yang diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua menderita eksim, bayi kemungkinan besar juga akan mengalaminya.
  • Bila disertai gangguan hipersensitifitas saluran cena atau alergi saluran cerna seperti mula, mundath, nyeri perut, konstipasi maka alergi makanan sangat berpengaruh sebagai penyebab utama gangguan
  • Masalah pada pelindung kulit, memungkinkan keluarnya kelembapan dan kuman, juga bisa menjadi penyebabnya.
  • Eksim terjadi ketika tubuh membuat terlalu sedikit sel lemak yang disebut ceramide. Jika Anda tidak memilikinya dalam jumlah yang cukup, kulit Anda akan kehilangan air dan menjadi sangat kering.

Penanganan

loading...
  • Penanganan utama adalah penghindaran dan modifikasi faktor pencetus alergi makanan, lingkungan/modifikasi gaya hidup, memperkuat dan mempertahankan fungsi sawar kulit yang optimal, menghilangkan penyakit kulit inflamasi, mengendalikan dan mengeliminasi siklus gatal-garuk, dan edukasi dan empowerment pasien serta caregivers
  • Pemberian obat jangka panjang adalah kegagalan dalam mendeteksi, mengenali, mengendalikan atau menghindari penyebab.

Apakah Eksim Bayi Hilang dengan sendirinya?

  • Pada beberapa kelompok bayi muncul pada usia di bawah 5 tahun setelah usia 5 tahun atau usia sekolah berkurang
  • Pada kelompok lainnya justru sebelum usia di bawah 5 tahun jarang muncul tetapi setelah usia 5-12 tahun muncul pada puncaknya
  • Ini tidak umum, tetapi beberapa anak akan mengalami eksim hingga dewasa. Mereka mungkin memiliki waktu – bahkan bertahun-tahun – tanpa gejala. Tetapi mereka mungkin masih cenderung memiliki kulit kering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini