KLINIK BAYI ONLINE

Bayi Anda Rewel, Kolik, Haus Palsu dan Alergi Saluran Cerna. Penyebab dan Penanganannya

Spread the love

 

Tangisan bayi yang kuat, terus menerus, melngking seperti kesakitan , anak minta minum terus seperti kehausan, bayi minta gendong terus yang tidak dapat dijelaskan, emosi bayi sensitif suka teriak dan menangis keras, dan gas yang berlebihan telah dicatat pada 9 hingga 19% bayi selama beberapa bulan pertama kehidupan. Penyebab kolik dan rewel pada bayi karena gangguan saluran cerna masih belum banyak terungkap. Penyebab yang paling sering adalah alergi makanan diperberat oleh gejala infeksi virus ringan seperti Common cold dengan gejala anak bersi,, batuk sekali sekali seperti tersedak atau pura pura, tangan, telapak tangan, dahi dan punggung teraba hangat berbeda tetapi saat diukur suhunya normal

Penyebab kolik infantil masih belum dipahami dengan baik. Selama ini sekitar 25% bayi dengan gejala sedang hingga berat mengalami kolik dianggap alergi susu susu sapi, alergi terhadap protein susu sapi dalam ASI atau susu formula bayi telah disarankan sebagai penyebab kolik. Hal ini didukung oleh banyaknya temuan bahwa penggunaan formula terhidrolisis efektif dalam pengobatan kolik pada beberapa bayi yang diberi susu formula. Ternyata alergi susu sapi sering merupakan overdiagnosis, saat dilakukan  eliminasi provokasi susu sapi ternyata bukan sebagai penyebab.

Selain itu, studi terkontrol secara acak pada bayi yang disusui dengan kolik menunjukkan sejumlah besar bayi yang merespons diet eliminasi rendah alergen ibu dibandingkan dengan diet kontrol. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa protein makanan yang dicerna oleh ibu dapat ditransfer ke dalam ASI dan menyebabkan kolik pada bayi yang disusui.

GANGGUAN KOLIK, BAYI REWEL SERING DISERTAI GANGGUAN ALERGI ATAU HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA LAINNYA

  • Gastrooesephageal Refluks (GER)
  • Sering muntah/gumoh,
  • kembung,“cegukan”
  • sering buang angin, sering “ngeden /mulet”
  • sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari)
  • Sering buang air besar (> 3 kali perhari), cair.
  • Tidak BAB tiap hari, BAB sering ngeden, BAB berwarna hijau, hitam, bulat berbau tajam. Kesulitan BAB kadang pada usia awal 1-3 bulan tidak ringan. Beberapa bayi baru lahir sering sulit dibedakan dengan gangguan Hirschprung Disease. Pada anak alergi saluran cerna bila didiagnosis Hirschprung sebaiknya melakukan second opinion dengan dokter lainnya karena gejalanya sulit dibedakan.
  • Sering Buang angin , kadang disertai bau yang tajam
  • BERAK DARAH
  • Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.
  • Lidah sering timbul putih (seperti jamur).
  • Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).
  • Air liur berlebihan

Alergi Saluran Cerna

loading...

Reaksi yang merugikan terhadap makanan yang menyebabkan gejala gastrointestinal sering terjadi pada bayi; sementara hanya sebagian kecil dari orang-orang tersebut yang akan memiliki gejala akibat reaksi imunologis terhadap makanan, alergi makanan gastrointestinal bisa terjadi pada bayi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Reaksi kekebalan ini dimediasi oleh mekanisme yang bergantung pada imunoglobulin E dan tergantung yang melibatkan sel mast, eosinofil, dan sel kekebalan lainnya, tetapi kompleksitas mekanisme yang mendasari patogenesis belum sepenuhnya ditentukan.  Pengetahuan tentang spektrum reaksi merugikan terhadap makanan yang mempengaruhi sistem pencernaan, termasuk alergi makanan gastrointestinal, sangat penting untuk mendiagnosis dan mengelola subset pasien dengan dampak, kompikasi dan reaksi merugikan yang dimediasi secara imunologis terhadap makanan dengan benar. Reaksi yang berpotensi fatal terhadap makanan memerlukan instruksi dan pemantauan yang cermat di pihak petugas kesehatan yang terlibat dalam perawatan individu yang berisiko anafilaksis.  Metode baru diagnosis dan strategi baru untuk pengobatan, termasuk modulasi imunologi dan pengembangan makanan hipoalergenik, merupakan perkembangan yang menarik di bidang alergi makanan. Seringkali sebagian orangtua dan sebagian klinisi menganggap alergi saluran cerna dianggap normal dan hal yang biasa. Padahal dampak alergi saluran cerna sangat menganggu seperti nafsu makan terganggu, gangguan kenaikkan berat badan, kekebalan tubuh menurun anak mudah sakit batuk pilek, gangguan tidur, anak tidak bisa diam, gangguan emosi, gangguan konsentrasi dan memperberat gangguan aak berkebutuhan khusus.

Reaksi alergi menjadi perhatian bagi penyedia perawatan medis dan populasi umum karena prevalensi yang meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir. Sekitar 20% populasi telah dilaporkan mengalami reaksi merugikan terhadap makanan (GGA) di negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman, dengan kacang-kacangan, buah-buahan, dan susu di antara pemicu yang paling umum.

Data epidemiologis menunjukkan bahwa reaksi tersebut disebabkan oleh mekanisme yang berbeda , dengan hanya sekitar sepertiga dari reaksi pada anak-anak dan sepersepuluh dari reaksi pada orang dewasa karena alergi makanan yang sebenarnya di mana ada reaksi imunologis yang abnormal terhadap makanan. Telah diakui untuk beberapa waktu sekarang bahwa Alergi makanan yang dirasakan sering tidak dibuktikan ketika dievaluasi dengan tantangan makanan terkontrol plasebo buta ganda, standar emas untuk mendiagnosis alergi makanan. Meskipun demikian, alergi makanan yang sebenarnya diyakini memengaruhi hingga 6% -8% anak-anak di bawah usia 10 tahun dan 1% -4% dari populasi orang dewasa,

BACA  Infeksi Bawaan Pada Bayi Baru Lahir

frekuensi yang seharusnya praktisi melihat kasus alergi makanan secara teratur. Mayoritas GGA berasal dari non-imunologis, dengan intoleransi laktosa jenis yang paling umum di seluruh dunia.

Kemungkinan, bersama dengan reaksi alergi yang lebih umum, reaksi alergi terhadap makanan juga meningkat; namun, kecuali alergi kacang,  data yang jelas menegaskan hal ini masih kurang. Alasan peningkatan penyakit alergi belum sepenuhnya jelas, meskipun studi epidemiologi terbaru menunjukkan bahwa tingkat kebersihan yang lebih tinggi pada populasi perkotaan di negara-negara industri mungkin memainkan peran sentral. Gejala alergi berkisar dari ringan. ketidaknyamanan terhadap reaksi syok yang mengancam jiwa.18 Alergi makanan dapat melibatkan sistem organ yang berbeda seperti rongga mulut dan saluran pencernaan, kulit, saluran pernapasan, dan sistem kardiovaskular. Meskipun manifestasi dermatologis, pernapasan, dan sistemik dari alergi makanan sudah diketahui dengan baik, reaksi yang muncul terutama di saluran pencernaan mungkin sulit untuk dikenali, didiagnosis, dan diobati. Hal ini berkaitan dengan cara makanan yang beragam dapat menyebabkan gejala gastrointestinal (GI), mekanisme patofisiologis yang relatif kurang dipahami, dan metode diagnostik terbatas yang tersedia untuk mengidentifikasi individu yang menderita secara objektif. Kekurangan ini, sebagian, merupakan konsekuensi dari kesulitan mengakses saluran GI untuk menetapkan mekanisme penyakit dan mengembangkan metode untuk mendiagnosis dan mengobati alergi makanan.

Alergi makanan dan jenis GGA lainnya bermanifestasi terutama dengan gejala GI pada hingga 50% pasien; Oleh karena itu, banyak pasien yang menderita penyakit ini berkonsultasi dengan spesialis gastroenterologi yang, sebagai suatu kelompok, sebagian besar tidak siap untuk menghadapi tantangan dalam menangani kasus-kasus tersebut.

Seringkali, pasien dengan sifat ini diklasifikasikan sebagai psikosomatis, fungsional, atau mengalami iritasi usus besar. sindrom tanpa menjelaskan masalah sebenarnya. Telah diketahui untuk beberapa waktu sekarang bahwa sindrom iritasi usus besar sering dikaitkan dengan GGA dan, dalam beberapa kasus, alergi makanan mungkin merupakan mekanisme gejala pada subkelompok pasien yang menderita.  Masalah berurusan dengan alergi makanan menjadi lebih penting sekarang karena alergi makanan telah menjadi penyebab paling umum dari anafilaksis yang mengancam jiwa di negara-negara industri.

Jelas bahwa alergi makanan yang dikonfirmasi paling berhasil diobati dengan menghindari alergen makanan, pengobatan andalan untuk alergi makanan, tetapi pengobatan medis yang mendukung dengan epinefrin, antihistamin, dan kortikosteroid dapat bermanfaat untuk reaksi yang parah. Terlepas dari pemahaman substansial tentang lapangan, ada pertanyaan yang belum terjawab. Apa penyebab dan apa yang mencegah alergi makanan? Apa mekanisme yang mendasari? Bagaimana seseorang memastikan diagnosis secara obyektif? Apakah ada alternatif untuk menghindari antigen makanan?

Gangguan lain Yang Menyertai

  • Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Saluran Napas HIPERAKKTIFITAS BRONKUS : Napas grok-grok,kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan ). Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.
  • Hidung. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Sering berkeringat (berlebihan) meski ruangan ber AC
  • Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal :keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  • PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan, berat berlebihan krn bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang.). Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,`karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.
  • Pada usia setelah usia 6 bulan sebagian besar bayi dengan alergi dan hipersensitifitas saluran cerna bila tidak dikendalikan dengan baik sering mengalami kesulitan makan dan gangguan kenaikkan berat badan dan kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terkena sakit demam, batuk atau pilek. Dalam keadaan tersebut seringkali sulit dibedakan dengan gangguan TB paru.Sehingga bayi dengan alergi saluran cerna sering menerima overdiagnosis TB padahal bukan mengalami infeksi tersebut. Bila anak dengan alergi saluean cerna dengan gangguan kenaikkan berat badan didiagnosis TB sebaiknya dilakukan second opinion dengan dokter lainnya.
BACA  VIDEO YOUTUBE PILIHAN : ALERGI PADA BAYI DAN GANGGUAN YANG MENYERTAI

PERUBAHAN DAN GANGGUAN PERILAKU YANG SERING MENYERTAI  PENDERITA ALERGI SALURAN CERNA PADA BAYI

  • GANGGUAN NEURO FUNGSIONAL: Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.  Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI)gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan.
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.
  • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan.
  • Gangguan Oral Motor. Gangguan mengunyah menelan, Belum bisa makan yang berserat, seharusnya 9 bulan nasi tim tidak disaring belum bisa. Seharusnya setelah usia 1 tahun makan nasi tetapi belum bisa mengunyah., KETERLAMBATAN BICARA Tidak mengeluarkan kata umur < 15 bulan, , kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya  usia lebih 2 tahun membaik.
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti  ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). TETAPI ALERGI BUKAN PENYEBAB AUTISM ATAU ADHD

Dampak yang terjadi

  • Gangguan kenaikkan Berat badan
  • Gangguan nafsu makan dan gangguan makan berupa gangguan mengunyah menelan sering terjadi pada anak yang sering mual atau muntah (GER)
  • Kekebaan tubuh menurun sehingga anak mudah sakit, batuk, pilek  atau kadang demam
  • Gangguan tidur, rewel, kuakitas tidur tidak baik, bila bayi minum ASI biasanya terus menerus nempel ke puting ibu saat malam hari.
  • Sering overdiagnosis ISK atau TB Paru padahal tidak mengalami gangguan tersebut karena gangguan nya mirip berupa anak mudah demam, BB sulit naik, , mual atau gangguan slauran cerna lainnya
  • Pada usia setelah 3 bulan kolik membaik tetapi rewel atau nyeri perut masih sering terjadi terutama gangguan tidur malam sehingga bayi sering terbangun, minta digendonh atau nempel ke ASI ibu bila bayi menyusui.
  • Setelah usia 5-12 tahun atau usia sekolah SD anak akan beresiko mengalami nyeri perut berulang. Pada kasus seperti ini harus diwaspadai sering terjadi overdiagnosis usus buntu padahal tidak mengalaminya
BACA  Haus Palsu atau ASI Kurang ? Bayiku Nangis Rewel Terus, Haus atau Sakit Perut ?

Penyebab

  • Hingga samai saat ini alergi saluran cerna masih belum banyak terungkap penyebabnya. Gnagguan fungsional saluran cerna yang terjadi sering dianggap normal baik oleh orangtua atau sebagian klinisi
  • Penyebab utama adalah faktor genetik menurun dari salah satu orantuanya
  • Penyebab utama lain adalah faktor imaturitas atau ketidakmatangan saluran cerna

Penyebab paling sering adalah alergi makanan dan dipicu oleh infeksi virus atau common cold yang ringan dan sering dianggap normal. Saat disebabkan alergi makanan gangguan tersebut ringan tetapi saat dipicu infeksi virus atau common cold gangguan semakin meningkat atau memberat.

  • Penyebab yang paling sering adalah alergi makanan baik makanan yang dikonsumsi bayi atau makanan yang dikonsumsi ibu saat menyusui
  • Dipicu atau diperberat oleh gejala infeksi virus ringan seperti Common cold dengan gejala anak bersin, batuk sekali sekali seperti tersedak atau pura pura, tangan, telapak tangan, dahi dan punggung teraba hangat berbeda tetapi saat diukur suhunya normal. Biasanya pada saat yang sama orangtua atau pengasuh juga mengalami gangguan infeksi virus atau common cold yang sama seperti badan pegal, ngilu pada punggung atau kaki, sakit kepala, nyeri tenggoroka atau tenggorokan gatal. Karena infeksi virus tersebut ditularkan oleh orang dekat penderita
  • Alergi susu sapi sering terjadi overdiagnosis artinya tidak mengalami alergi susu sapi tetapi divonis alergi susu sapi. Hal ini terjadi karena tes alergi sering tidak sensitif kecuali pemeriksaan darah IgE spesifik. Penderita yang divonis alergi susu sapi saat aat dilakukan eliminasi provokasi makanan ternyata tidak terbukti mengalami alergi susu sapi.
  • Alergi debu, cuaca, udara dingin bukan penyebab aleri saluran cerna. Kalaupun berpengaruh hanya memperberat gangguan.
Penyebab
  • Penanganan terbaik adalah mengenali dan menghindari penyebabnya khususnya alergi makanan
  • Pemberian obat saluran cerna jangka panjang berarti gagal mencari penyebabnya. Seringkali obat tidak banyak berpengaruh, atau kalaupun berpengaruh hanya sesaat dan nanti akan muncul gangguan lagi selama penyebabnya tidak dikenali da dihindari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini