KLINIK BAYI ONLINE

5 Posisi Terbaik Bagi Bayi Sat Menyusui

Spread the love

ASI dianggap sebagai bentuk nutrisi terbaik untuk neonatus dan bayi. Sifat-sifat ASI memfasilitasi transisi kehidupan dari dalam utero ke ex utero. Cairan dinamis ini menyediakan beragam zat bioaktif untuk bayi yang sedang berkembang selama periode kritis perkembangan otak, kekebalan, dan usus. WHO, American Academy of Pediatrics (AAP) dan American College of Obstetricians and Gynecologists, sangat menganjurkan pemberian ASI secara eksklusif (tanpa formula, jus, atau air) selama 6 bulan. Setelah pengenalan makanan lain, disarankan untuk terus menyusui sampai tahun pertama kehidupan bayi.

Seberapa sering harus menyusui bayi tergantung pada apakah bayi lebih suka makan kecil, sering, atau menyusu lebih lama. Ini akan berubah seiring pertumbuhan bayi. Bayi baru lahir seringkali ingin menyusu setiap 2-3 jam. Pada usia 2 bulan, menyusui setiap 3-4 jam adalah hal biasa, dan pada usia enam bulan, kebanyakan bayi menyusu setiap 4-5 jam.

Bagaimana Posisi Terbaik untuk Menyusui?

Posisi terbaik untuk Anda adalah posisi di mana Anda dan bayi Anda nyaman dan rileks, dan Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memegang posisi atau terus menyusu. Berikut beberapa posisi umum untuk menyusui bayi Anda:

  1.  Cradle position (Posisi ayunan). Letakkan sisi kepala bayi Anda di lekukan siku Anda dengan seluruh tubuh menghadap Anda. Posisikan perut bayi Anda di tubuh Anda sehingga mereka merasa tertopang sepenuhnya. Lengan “bebas” Anda yang lain bisa melingkari untuk menopang kepala dan leher bayi Anda – atau menjangkau melalui kaki bayi Anda untuk menopang punggung bawah.
  2. Foot Ball position (Posisi sepak bola). Luruskan punggung bayi Anda di sepanjang lengan bawah Anda untuk menggendong bayi Anda seperti bola, menopang kepala dan leher di telapak tangan Anda. Ini bekerja paling baik dengan bayi baru lahir dan bayi kecil. Ini juga merupakan posisi yang baik jika Anda baru saja pulih dari kelahiran sesar dan perlu melindungi perut Anda dari tekanan atau berat bayi Anda.
  3.  Side-lying position atau  Posisi berbaring menyamping. Posisi ini bagus untuk menyusui di malam hari di tempat tidur. Posisi berbaring miring juga bekerja dengan baik jika Anda baru sembuh dari episiotomi, sayatan untuk memperlebar lubang vagina selama persalinan. Gunakan bantal di bawah kepala Anda agar nyaman. Kemudian meringkuk dekat dengan bayi Anda dan gunakan tangan Anda yang bebas untuk mengangkat payudara dan puting Anda ke dalam mulut bayi Anda. Setelah bayi Anda “melekat” dengan benar, dukung kepala dan leher dengan tangan yang bebas sehingga tidak ada gerakan memutar atau mengejan untuk terus menyusu.
  4. Cross-cradle hold (Pegangan cross-cradle). Duduk tegak di kursi nyaman yang memiliki sandaran tangan. Gendong bayi Anda di lekukan lengan Anda yang berlawanan dengan payudara yang akan Anda gunakan untuk menyusui. Dukung kepala mereka dengan tangan Anda. Bawa bayi Anda ke seluruh tubuh Anda sehingga perut Anda saling berhadapan. Gunakan tangan Anda yang lain untuk menangkup payudara Anda dengan pegangan berbentuk U. Dekatkan mulut bayi ke payudara Anda dan dekap erat, dan jangan mencondongkan tubuh ke depan.
  5.  Laid-back position atau  Posisi santai. Posisi ini, juga disebut pengasuhan biologis, sangat mirip dengan kedengarannya. Ini dimaksudkan untuk memanfaatkan naluri menyusui alami yang Anda dan bayi Anda miliki. Bersandarlah ke belakang, tetapi tidak datar, di atas sofa atau tempat tidur. Memiliki dukungan yang baik untuk kepala dan bahu Anda. Gendong bayi Anda sehingga seluruh bagian depan Anda bersentuhan. Biarkan bayi Anda mengambil posisi yang mereka rasa nyaman selama pipinya berada di dekat payudara Anda. Bantu bayi Anda menempel jika mereka membutuhkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini