Benarkah Bayi Sulit Makan Karena Kebanyakan Susu >

Spread the love

Mitos dan Kontroversi Terbesar Anak Picky Eaters dan Sulit Makan

Mitos dan Kontroversi :

  • Anak sulit makan disarankan stop susu dan ASI, karena penyebab sulkit makan dianggap karena terlalu banyak minum susu. Sehingga beberapa dokter mengadviskan menghentikan susu bahkan ada dokter yang menyarankan menghentikan ASI karena anak sulit makan dianggap karena ngempeng ASI mamanya. Tetapi ternyata setelah mengurangi bahkan menghentikan minum susu anak tetap sulit makan juga

Fakta:

  • Sebenarnya saat anak tidak mau makan atau menolak bukan karena bosan tetapi karena nafsu makan yang berkurang. Keadaan ini sering terjadi pada anak kesulitan makan dengan gangguan fungsi saluran cerna seperti mudah muntah saat menangis atau batuk atau mudah atau mudah mual saat disuap makanan atau memasukkan tangan ke mulut. Saat terjadi keluhan mual biasanya nafsu makannnya menurun. Pada saat inilah anak menutup mulut, menepis makanan atau menolak makanan yang karena keluhan mual dan muntah tetapi dianggap karena tertalu banyak susu atau sering ngempeng. Saat ibu mengikutio saran menghentikan susu dan menghentikan ASI banyak kasus tetap membuat anak sulit makan karena penyebab utama saluran cerna tidak diperbaiki. Bahkan banyak anak sulit makan meskipun tidak makan dalam waktu seharian tetap tahan karena memang nafsu makannya hilang saat terjadi mual dan muntah. Justru saat susu dan ASI dihentikan faktanya banyak anak tetap sulit makan bhakan berat badannya semakin menurun karena asupan gizinya semakin berkurang. Susu menjadi penyebab sulit makan bila saat jam makan diberi susu. Sebaiknya beberapa jam sebelum jam mnakan tiba tidak diberi susu. tetapi saat anak tetap sulit makan setelah itu tetap harus diberi susu untuk pengganti asupan gizi yang kurang.

Pemberian makan yang buruk pada bayi digunakan untuk menggambarkan bayi dengan sedikit minat untuk menyusu. Ini juga dapat merujuk pada bayi yang tidak cukup makan untuk menerima nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang memadai. Pertumbuhan yang buruk terkait dengan kurangnya makan dapat menyebabkan kondisi terpisah yang disebut gagal tumbuh. Penanganan kesulitan makan pada bayi bukan dengan [emaksaan, pemberian vitamin jangka panjang tetapi mengenali dan mengatasi penyebabnya. Penyebab paling saering adalah hipersensitifitas saluran cerna atau alergi saluran cerna

Pemberian makan yang buruk disebabkan oleh berbagai kejadian. Berbeda dengan makan pilih-pilih, di mana bayi mungkin menolak satu bentuk susu dengan yang lain, atau balita mungkin menolak makanan tertentu. Tidak peduli apa penyebab sebenarnya dari pemberian makan yang buruk, kekurangan gizi adalah perhatian utama. Faktanya, Sumber Tepercaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 45 persen kematian anak terkait dengan kekurangan gizi.

BACA  Mengapa Bayiku Kurus dan Sulit Makan ?

Penting untuk tidak mengabaikan pemberian makan yang buruk sebagai sesuatu yang akan meningkat seiring waktu. Ini adalah titik kritis dalam kehidupan anak Anda, dan kehilangan nutrisi utama dapat menyebabkan masalah fisik dan kognitif.

Penyebab Buruknya Makan pada Bayi

  • Penyebab paling sering adalah gangguan hipersensitifitas saluran cerna atau alergi saluran cerna dengan keluhan GERD (gastroesofageal Refluks) , muntah, mual. konstipasi, sulit BAB (BAB ngeden, tidak tiap hari, feses hitam, bulat atau kadang berdarah) , mudah diare
  • Salah satu penyebab paling umum dari pemberian makan yang buruk adalah kelahiran prematur. Bayi prematur biasanya kurang makan karena mereka seringkali belum mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghisap dan menelan susu. Namun, pemberian makan biasanya meningkat seiring dengan pertumbuhan bayi. Jika bayi Anda lahir prematur tetapi masih mengalami masalah makan setelah meninggalkan rumah sakit, penting untuk segera menghubungi dokter anak Anda.
  • Penyebab lainnya termasuk kondisi bawaan seperti herpes dan penyakit kuning, dan infeksi seperti gastroenteritis virus. Setelah kondisi ini diobati, pemberian makan yang buruk biasanya mereda.

Kondisi Serius

  • Pemberian makan yang buruk juga dapat disebabkan oleh kondisi serius, seperti sindrom Beckwith-Wiedemann. Ini adalah sindrom pertumbuhan berlebih yang menyebabkan bayi menjadi sangat besar dan tumbuh dengan sangat cepat. Ini mempengaruhi sekitar 1 dari 13.700 bayi baru lahir di seluruh dunia. Kondisi serius lainnya termasuk:
  • hipotiroidisme kongenital: terjadi saat tiroid gagal berkembang atau berfungsi dengan baik
  • hipoplastik jantung kiri: kondisi langka yang terjadi ketika sisi kiri jantung gagal berkembang dengan baik, dan tidak dapat memompa darah ke tubuh
  • botulisme bayi: dapat terjadi ketika bayi menelan bakteri Clostridium botulinum, yang menghasilkan racun berbahaya dalam tubuh yang dapat memengaruhi pernapasan dan makan
  • Sindrom Down

Kondisi Kurang Serius
Kasus lain dari makan yang buruk sama sekali tidak terkait dengan kondisi bawaan. Penyakit sementara dapat membuat pemberian makan tidak nyaman (dan bahkan menyakitkan) bagi bayi. Penyakit umum yang mengganggu cara makan meliputi:

  • diare
  • infeksi telinga
  • batuk dan pilek
  • tumbuh gigi
  • Jika ragu, sebaiknya periksa kembali dengan dokter anak. Anda tidak ingin menganggap penyakit ringan padahal sebenarnya mungkin ada kondisi mendasar yang serius.

Penanganan Terbaik Atasi Penyebabnya

  • Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makanan ke mulut, kemudian mengunyah dan menelan, sehingga ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan. Pergerakan motorik yang berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah, dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah, dan banyak otot lainnya di sekitar mulut.
  • Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi oral motor atau koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.
  • Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil. Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna.
  • Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada bayi berupa : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, Sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, Sering rewel atau gelisah terutama malam hari atau kadang mengalami kolik namun kedaan ini sering dianggap haus minta minum, BAB > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering.
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna pada anak berupa : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam
  • Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak
BACA  Picky Eater Pada Bayi Anda dan Apa yang Harus Dilakukan

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *