KLINIK BAYI ONLINE

9 Permasalahan Kesehatan Bayi Usia Di Bawah Usia 3 bulan Yang Dianggap Normal

Permasalahan Kesehatan Bayi Usia Di Bawah Usia 3 bulan Yang Dianggap Normal

Pada bayi di bawah usia 3 bulan, mungkin ada beberapa masalah kesehatan kecil yang akan Anda temui saat ini. Tentu saja, untuk bayi dengan kondisi medis yang kompleks atau kebutuhan khusus, akan ada lebih banyak pertimbangan dan Anda harus bekerja sama dengan tim kesehatan. Untuk penyakit umum, berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat:

  1. Bersin: Pada usia ini, bayi mulai banyak bersin. Saluran pernafasan kecil mereka mungkin sangat sensitif terhadap iritasi di udara, jadi cobalah untuk mengawasi pelanggar umum, seperti bulu hewan peliharaan dan debu, dan singkirkan dari lingkungan bayi Anda. Pada usia 2 bulan, Anda juga bisa mencoba menggunakan pelembap kabut dingin di kamar bayi Anda untuk menjaga agar udara tidak terlalu kering agar nyaman. Untuk hidung tersumbat, Anda bisa menggunakan tetes hidung saline untuk menghilangkan iritasi. Dalam keadaan tertentu bayi tampak mulut terbuka atau nafas berbunyi
  2. Napas Berbunyi grok grok. Beberapa kelompok bayi lainnya mengalami nafas berbunyi grok grok. Hal ini bisa disebabkan karena raksi inflamasi dan peradanagan ringan dalam saluran napas bayi, dan meningkatnya lendir dalam saluran napas atau hipersekresi bronkus.
  3. Sariawan atau putih di lidah dan di rongga mulut : Jika Anda melihat bahwa bayi Anda memiliki bercak putih di bagian dalam pipi dan lidah mereka yang tidak dapat dengan mudah dibersihkan, bayi Anda mungkin memiliki kondisi yang disebut sariawan. Gangguan tersebut kadang dianggap sebagai infeksi jamur yang sangat ringan yang umum terjadi pada bayi dan dapat dihilangkan dengan resep obat yang disebut Nystatin. Bayi mungkin menderita sariawan karena menyusui atau jika Anda atau mereka minum antibiotik
  4. Refluks: Banyak bayi muntah setelah makan karena makan berlebih atau karena katup yang menutup bagian atas perut belum matang. Ini biasanya bukan masalah selama bayi Anda bertambah berat badan dan tidak menyebabkan batuk atau tersedak. Untuk mencegah refluks, cobalah memberi makan dalam jumlah sedikit, tambahkan sering bersendawa saat menyusui, hindari tekanan pada perut, atau menahan diri dari aktivitas yang kuat setelah makan. Ini harusnya membaik seiring bertambahnya usia dan biasanya tanpa perawatan, tetapi jika gumoh tampaknya semakin memburuk atau menyebabkan bayi Anda sangat tidak nyaman, dapatkan bantuan medis.
  5. Saluran air mata tersumbat: Banyak bayi memiliki mata berair, biasanya disebabkan oleh saluran air mata yang tersumbat. Ini bukan masalah kecuali mata menjadi terinfeksi. Jika demikian, beri tahu dokter anak Anda agar mereka dapat meresepkan obat tetes mata antibiotik. Biasanya hilang sendiri sebelum bayi Anda berusia 12 bulan.
  6. Ruam popok: Ruam popok sangat umum terjadi pada bayi dan biasanya sembuh dalam tiga hingga empat hari dengan krim khusus. Jika tidak bersih atau berwarna merah terang dan dikelilingi oleh titik-titik merah, bayi Anda mungkin mengalami infeksi jamur dan akan membutuhkan krim anti-jamur untuk membantu membersihkannya. Ruam popok dapat dicegah dengan penggantian popok yang sering, meningkatkan paparan udara dengan menjaga popok sebanyak mungkin, dan menggunakan sabun lembut hanya setelah buang air besar (bilas dengan air hangat saja di waktu lain). Anda juga dapat menggunakan krim ruam popok sebagai tindakan pencegahan saat bepergian atau dalam cuaca panas.
  7. Gangguan kulit. Beberapa bayi mengalami hipersensitif kulit atau alergi kulit dengan berbagai variasi jenis dan bentuk morfologi kulit. Bisa berupa “bruntusan”, bercak kemerahan, mereh seperti digigit nyamuk setelah itu menghitam,kasar di kulit, biduran , bintik bintik kecil, gangguan seboroik di kulit kepala. Pada beberapa bayi memiliki jerawat bayi, ruam air liur, dan kulit yang terkelupas yang biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan. Bayi juga cenderung menderita kulit kering, jadi gunakan sabun lembut dan pelembab bayi yang aman, sekali atau dua kali sehari. Jika bayi Anda banyak mengeluarkan air liur dan mengembangkan ruam darinya, menempatkan bib pelindung pada bayi Anda dapat membantu mencegah air liur mencapai kulit mereka.
  8. Infeksi saluran pernapasan atas: Jika si kecil mengalami infeksi atau beringus, mungkin sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, karena pada usia ini, obat-obatan yang dijual bebas tidak aman untuk bayi Anda. Untuk membantu bayi Anda merasa nyaman, perawatan terbaik adalah dengan menggunakan tetes hidung air garam dan pengisap bola untuk menjaga hidung bayi tetap bersih. Hubungi dokter anak jika anak Anda demam tinggi, sulit bernapas, atau tidak membaik dalam tujuh hingga 10 hari.
  9. Hipersensitif saluran cerna. Hipersensitif saluran cerna atau alergi saluran cerna bisa timbul dengan gejala sering BAB atau sulit BAB. Pada bayi dengan sering BAB tampak di bawah usia 1 bulan frekuensi BAB 5-8 kali perhari, sedikit sedikit, kadang setelah BAB keluar lagi atau sering dikatakan “kecipirit:. Pada kelompok bayi lain terjadi sulit BAB, BAB tidak tiap hari, kadang 2-5 hari sekali. Feses lembek tapi bayi obstipasi ngeden kuat saat BAB. Gangguan sering BAB atau sulit BAB sering dislahkan penyebabnya karena ASI. Juga disertai mulut mulet yang kuat., buang angin yang besr dan sering. Pada beberapa bayi sering cegukan. Pada beberapa bayi mengalami rewel, sering minta minum ASI, sering digendong saat ditaruh tempat tdur mennagis, sulit tidur kadang rewel berlebihan seperti menjerit , melengking atau sering disebutkan sebagai kolik pada bayi dalam keadaan yang tidak ringan

PENYEBAB GANGGUAN MASALAH KESEHATAN HIPERSENSITIFITAS

Selama ini hal itu masih menjadi kontroversi yang lusa di kalangan klinisi karena belum banyak terungkap penyebab gangguan tersebut. Bebergai gangguan tersebut hampir semuanya terjadi pada penderita hipersensitifitas saluran cerna, kulit atau saluran napas,  Biasanya juga dialami oleh salah satu orangtua khususnya yang berwajah identik. Setelah dilakukan penelitian cross sectional ke depan pada usia balita juga terjadi gangguan tersebut.

  • Sebagian besar klinisi menganggap hal yang biasa, normal atau sering dianggap karena pengaruh ASI. Sering dikatakan sulit BAB atau diare semuanya dikatakan karena ASI. Padahal banyak bayi bisa normal, bisa sering BAB dan sulit BAB saat menerima ASI dengan karakteristik yang berbeda
  • Beberapa klinisi berpendapat bahwa keluhan tersebut bsa disebabkan karena hipersensitif atau alergi pada bayi. Hal ini terjadi karena gangguan tersbeut muncul secara bersamaan minimal 3 gejala klinis secara bersamaan hilang timbul kadang ringan kadang tidak tingan bergantian.
  • Pada penderita alergi dan hipersensitifitas pada bayi bisa dikenali 2 penyebab kadang ringan dan kadang tidak ringan
    • RINGAN; biasanya penyebabnya karena makanan bisa karena susu atau makanan atau diet ibu saat menyusui.
    • TIDAK RINGAN : Dipicu karena infeksi virus atau coommon cold ringan. Dengan gejala bersin, batuk sekali sekali seperti pura pura atau tersedak, badan hangat (bukan demam, saat telapak tangan, dahi dan badan diraba berbeda lebih hangat salah satunya, tetapi saat diukur normal). Saat gejala ringan tidak diperbaiki karena pengaruh makanan atau diet ibu tidak dicermati atau kecocokan susu tidak dilakukan maka saat terjadi infeksi virus atau common cold keluhan tersebut bertambah. Biasanya akan bertambah tidak ringan selama 3-5 hari, setelah itu berkurang. kemudian saat terkena infeksi virus lagi akan bertambah lagi demikian seterusnya.
  • Sebagian besar kasus membaik saat dilakukan intervensi diet. Beberapa orangtua seringkali mengatakan bahwa diet tidak berpengaruh. Hal ini terjadi karena elinasi dan provokasi makanan tidak ideal karena ada makanan yang harusnya dihindari tetapi tetapi dikonsumsi. Hal lain terjadi karena sering terjadi perbedaan pendapat diantara klinisi karena selama ini hanya dianggap karena pengaruh alergi susu sapi., Padahal banyak kasus sete;ah dilalkukan eliminasi provokasi makanan, tidak mengalami alergi susu sapi. Hal lain yang diabaikan adalah infeksi virus atau common cold sebagai pemicu utama gangguan tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *