KLINIK BAYI ONLINE

Susu organik, Benarkah Selalu Lebih Baik dibandingkan Susu Biasa ?

Susu organik, Benarkah Selalu Lebih Baik dibandingkan Susu Biasa ?

Penelitian menunjukkan bahwa susu organik lebih menyehatkan daripada susu sapi biasa. Faktanya, susu organik dihasilkan dari sapi yang dikembangbiakkan secara alami dan tidak menerima suntikan hormon BGH (hormon yang digunakan untuk meningkatkan produksi susu segar pada sapi perah biasa); selain memiliki rasa yang lebih enak, susu organik juga lebih sehat karena diproduksi tanpa terkena paparan pestisida yang berisiko membahayakan kesehatan manusia.

Saat ini, penggunaan antibiotik secara berlebihan paling banyak ditemukan di sektor pertanian; hati-hati, konsumsi antibiotik yang berlebihan berisiko membahayakan kesehatan Anda! Untungnya, susu organik berasal dari sapi yang tidak menerima asupan antibiotik; oleh karena itu, jenis susu tersebut memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terkontaminasi bakteri yang tahan terhadap antibiotik.
Susu organik memiliki kandungan asam linoleat terkonjugasi (conjugated linoleic acids) yang sangat tinggi. Pada dasarnya, asam linoleat terkonjugasi adalah asam lemak esensial yang terbukti mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes. Dalam jurnal berjudul Archives of Internal Medicine yang diterbitkan pada tanggal 9 Mei, peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard melaporkan bahwa produk olahan susu yang rendah lemak juga terbukti ampuh menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2 pada pria.

Kelebihan lainnya, susu organik memiliki jangka waktu penyimpanan yang lebih lama daripada susu sapi biasa. Faktanya, susu organik dimasak pada suhu 137°C atau setara dengan 280°F; inilah mengapa tekstur dan rasa susu organik tidak akan berubah meski disimpan selama hampir dua bulan. Sementara itu, susu nonorganik hanya dimasak pada suhu 62°C atau setara dengan 145°F; akibatnya, jangka waktu penyimpanannya pun jauh lebih pendek. Dengan mengonsumsi susu organik, Anda tidak perlu repot-repot berbelanja di supermarket setiap tiga hari, bukan?

Pahamilah bahwa mengonsumsi susu organik adalah pilihan yang benar. Berbeda dengan sapi biasa, sapi organik atau sapi yang memproduksi susu organik harus hidup di alam terbuka dan dikembangbiakkan secara alamiah. Dengan kata lain, mereka diizinkan berkeliaran dan makan di padang rumput yang organik. Mereka hidup di lingkungan yang alami dan bersahabat, tidak mencemari udara, air, dan tanah, serta menyehatkan bagi manusia.

Benarkah Susu organik Selalu Lebih Baik ?

  • Untuk menghasilkan susu organik tidak segampang yang orang pikirkan. Contohnya kalau susu organik si sapinya juga harus organik, makan rumput organik, air yang tidak tercemar, udara tidak boleh polusi. Organik itu seberapa bebasnya sebuah produk dari bahan kimia yang sifatnya lebih natural .
  • Kandungan gizi dan nutrisi pada produk susu organik dan susu non organik tidaklah jauh berbeda. Tapi, produk susu non organik dikatakan memiliki nutrisi yang baik ketika proses pengolahannya benar.
  • Karena bebas dari zat kimia, makanan dan minuman organik dipercaya memiliki kandungan gizi lebih tinggi daripada makanan dan minuman lainnya. Tapi apakah produk organik yang berasal dari hewan seperti daging, telur, serta susu anak dan olahannya mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan mempercepat pertumbuhan anak? Simak penjelasannya berikut.
  • Paparan zat kimia dan hormon (misalnya estrogen) akibat konsumsi bahan makanan non-organik memang dapat meningkatkan risiko kanker dan menyebabkan pubertas dini pada anak. Selain itu, daging yang terpapar antibiotik yang biasanya digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ternak, dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri pada orang yang mengonsumsinya.
  • Beberapa penelitian menyebutkan makanan organik memiliki lebih banyak vitamin C dan fosfor daripada makanan non-organik. Meski demikian, laporan di American Academy of Pediatrics mengatakan tidak ada bukti bahwa perbedaan tersebut cukup signifikan bagi kesehatan anak. Makanan organik memang memiliki tingkat paparan pestisida dalam tingkat rendah tetapi belum jelas apakah perbedaan ini mepengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Selain itu, belum terbukti nyata bagaimana dampak paparan pestisida pada sayur atau buah terhadap konsumennya.
  • Menurut Dr Janet Silverstein, anggota nutrisi komite di American Academy of Pediatrics, anak-anak tidak harus makan makanan organik karena yang diperlukan anak-anak adalah gizi. Anak-anak disarankan untuk mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan susu anak, terlepas apakah makanan itu organik atau tidak.
  • Namun bagaimana dengan mereka yang memilih susu anak organik untuk menghindari susu dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan di peternakan konvensional? Belum ada penelitian yang menemukan dampak signifikan hormon pertumbuhan khusus untuk sapi ini pada susu sapi dan pada manusia yang mengonsumsi susu sapi tersebut. Apalagi hormon pertumbuhan pada sapi ini akan terurai dalam asam lambung manusia.




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *