Hepatitis Pada bayi dan Imunisasi Pencegahannya

Spread the love

Hepatitis adalah suatu keadaan inflamasi dan atau nekrosis hati. Hepatitis A merupakan penyebab terbanyak hepatitis virus tetapi tidak menimbulkan kronisitas. Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus.

Hepa titis B adalah infeksi pada hati. Ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV dapat menyebabkan infeksi HBV seumur hidup dan dapat menyebabkan kanker hati atau jaringan parut permanen pada hati (sirosis).

Lebih dari 1 juta orang di Amerika Serikat hidup dengan infeksi HBV seumur hidup. Siapapun bisa terinfeksi HBV, termasuk anak Anda. Vaksin hepatitis B adalah cara terbaik untuk melindungi anak Anda agar tidak terinfeksi.

Baca terus untuk informasi lebih lanjut dari American Academy of Pediatrics tentang bagaimana HBV menyebar dan mengapa vaksin hepatitis B sangat penting. Virus hepatitis B disebarkan melalui darah atau cairan tubuh.

Cara Penularan Hepatitis B

  • Saat melahirkan (jika ibunya menderita HBV)
  • Berbagi barang pribadi, seperti pisau cukur atau sikat gigi, dengan orang yang terinfeksi
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi
  • Menyuntikkan atau menembak obat menggunakan jarum dengan darah yang terinfeksi – Infeksi melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi dapat terjadi.
  • Beberapa anak juga dapat terinfeksi HBV saat tinggal di rumah yang sama dengan orang dengan bentuk infeksi seumur hidup.

Mengapa anak saya berisiko?

Anda mungkin merasa anak Anda tidak akan pernah terpajan HBV dengan cara-cara ini.
Berikut beberapa fakta tentang HBV untuk dipikirkan:

  • Sepertiga orang yang terinfeksi HBV di Amerika Serikat tidak tahu bagaimana mereka mendapatkannya.
  • Beberapa orang dengan HBV bahkan tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.
  • Seseorang, terutama anak-anak, dengan HBV mungkin tidak merasa atau terlihat sakit.
  • Hampir setengah dari lebih dari 5.000 orang dewasa Amerika yang meninggal karena hepatitis B setiap tahun tertular infeksi mereka selama masa kanak-kanak.
  • Orang dengan HBV dapat menularkannya kepada orang lain yang tidak dilindungi. Mengimunisasi anak Anda terhadap virus ini akan melindunginya sekarang dan ketika dia lebih tua dan terpapar ke lebih banyak orang.

Apakah vaksin hepatitis B aman?

Vaksinnya sangat aman. Tidak ada reaksi serius yang dikaitkan dengan vaksin ini. Efek samping biasanya ringan dan termasuk rewel atau nyeri di tempat suntikan diberikan. Gejala biasanya hilang dalam waktu 48 hingga 72 jam. Ingatlah bahwa mendapatkan vaksin jauh lebih aman daripada tertular penyakit.

Hepatitis Virus Pada bayi

Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.

Jenis Virus Hepatitis

  • Virus hepatitis A Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.
  • Virus hepatitis B Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual). Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
  • Virus hepatitis C Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita “penyakit hati alkoholik” seringkali menderita hepatitis C.
  • Virus hepatitis D Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.
  • Virus hepatitis E Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang.
  • Virus hepatitis G Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.
BACA  Ucapan Selamat Kelahiran Bayi Kembar Dalam bahasa Inggris

Penyakit Hepatitis A

  • Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.
    Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.
  • Gejala Hepatitis A Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.
  • Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah. Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.

Penyakit Hepatitis B

  • Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.
  • Pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini. Gejala Hepatitis B Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.
  • Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah.
BACA  5 Tip American Academy of Pediatrics (AAP) untuk Bayi dengan Refluks (GER)

Penyakit Hepatitis C

  • Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.
  • Gejala Hepatitis C Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.
  • Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.

Kapan anak saya harus mendapatkan vaksin hepatitis B?

Anak Anda membutuhkan setidaknya 3 dosis vaksin hepatitis B agar terlindungi sepenuhnya.
Waktu yang direkomendasikan untuk menerima vaksin hepatitis B adalah:

  • Saat lahir
  • Pada usia 1 sampai 2 bulan
  • Pada usia 6 sampai 18 bulan

Bayi baru lahir harus menerima dosis vaksin pertamanya dalam 24 jam pertama setelah lahir. Bayi baru lahir yang karena alasan medis atau alasan lain tidak mendapatkan vaksin saat lahir harus mendapatkan dosis pertama secepat mungkin, dan menyelesaikan ketiga dosis pada interval yang disarankan.

BACA  Rekomendasi Pencegahan Saat Pemberian ASI Dalam Pandemi

Jika seorang wanita hamil dites positif untuk HBV selama pemeriksaan pranatal rutin atau pada saat persalinan, anaknya harus menerima dosis pertama vaksin hepatitis B dalam 12 jam setelah kelahiran. Dosis kedua harus diberikan pada usia 1 bulan, dan dosis terakhir pada usia 6 bulan.

Anak-anak yang lebih tua atau remaja yang belum diimunisasi dan orang yang tidak divaksinasi yang tinggal bersama orang yang diketahui terinfeksi HBV harus menerima 3 dosis vaksin untuk dilindungi dari infeksi.

Penting agar anak Anda mendapatkan ketiga dosis vaksin hepatitis B seperti yang direkomendasikan dalam jadwal imunisasi masa kanak-kanak. Vaksinnya sangat efektif. Lebih dari 95% anak-anak yang menerima semua dosis vaksin yang direkomendasikan sepenuhnya terlindungi dari penyakit yang disebabkan oleh HBV.

KONTRAINDIKASI

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin?

  • Dalam kasus yang jarang terjadi, ada anak-anak yang sebaiknya tidak mendapatkan vaksinasi, antara lain:
  • Anak-anak yang mengalami reaksi alergi parah terhadap dosis vaksin sebelumnya. Reaksi seperti itu jarang terjadi.
  • Anak-anak yang sakit ringan pada hari jadwal vaksinasi. Anak-anak ini mungkin perlu menunggu sampai mereka merasa lebih baik. Anak-anak dengan flu ringan, sakit perut, atau infeksi telinga dapat menerima vaksin hepatitis B dengan aman.

Referensi

  • Dienstag JL. Hepatitis A. In : Bircher J, Benhamou JP, Rizetto M, et al, Eds. Oxford Textbook of Clinical Hepatology 2nd ed.OxfordUniversityPress, 1999; 1-15.
  • Rizzetto M. Viral hepatitis in Bircher J, Benhamou JP, McIntyre N, Rizzetto M, Rodes J : Oxford Text Book of Clinical Hepatology. Oxford Univ Press New York 2nd ed. 1999 :      827-70.
  • Koff RS. Viral hepatitis in Walker Durie, Hamilton, Walker Smith, Watkins: Pediatric Gastrointestinal Disease. B.C. Decker Inc. Philadelphia1st. 1991 : 857-874.
  • Lemon SM. Type A Viral Hepatitis. In: Prieto J, Rodes J, Shafritz DA. Hepato Biliary Diseases. Berlin Springer Verlag. 1992 : 495-510.

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *