KLINIK BAYI ONLINE

10 Gangguan Penyerta Pada Bayi Dengan Riwayat Alergi

10 Gangguan Penyerta Pada Bayi Dengan Riwayat Alergi

  1. Gangguan Saluran cerna : Sebagian besar bayi dengan riwayat alergi mengalami hipersensitifitas saluran cerna. Hal ini disebabkan karena imaturitas atau ketidakmatangan nsaluran cerna pada bayi. Beberapa tanda dan gejala yang timbul adalah sering muntah gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden atau mulet”, seringrewel, gelisah atau kolik terutama malam hari, Dalam keadaan rewel seperti ini sering dianggap bau tangan dan anak seperti kehausan terus sering minta minum . Setiaop menangis nkeras sering dianggap kehausan padahal bayi belum tentu lapar. Sering buang air besar atau lebih dari 3 kali perhari. Kadang tidak BAB tiap hari atau timbul berak darah. Feses cair, hijau, bau tajam, kadang seperti biji cabe.  Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).
  2. Kulit sensitif. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk.
  3. Mata dan Telinga Gatal. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau pada satu sisi.
  4. Hipersensitif Saluran napas. Hipersekresui bronkus atau napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan ) Sesak segera setelah lahir. Sesak bayi baru lahir saat usia 0-3 hari, biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari.  disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). Bila berat seperti gambaran parun tidak berkembang. (Like RDS). Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.
  5. Hidung Bersin dan mulut terbuka. Sering bersin dan mulkutvterbuka karena hidung buntun sehingga bernapas dengan mulut. Pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  6. Mata Berair atau belekan. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi.
  7. Keringat Berlebihan. Sering berkeringat berlebihan, meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi
  8. Berat Badan Berlebihan atau kurang. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  9. Gangguan Hormonal. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina, timbul jerawat warna putih. timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  10. Saluran kencing. Beberapa bayi tampak negedn bila sedang kencing. Saat tertentu bisa timbul kencing warna merah atau oranye (orange) dengan sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . Hal ini sering dianggap infeksi saluran kencing, saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah.




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *