KLINIK BAYI ONLINE

Dampak ASI Bagi Perkembangan Anak

 

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal memerlukan dukungan nutrisi dan stimulasi yang adekuat.  Air Susu Ibu dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, baik kebutuhan fisis-biomedis (asuh), kebutuhan kasih sayang/emosi (asih), maupun kebutuhan akan stimulasi (asah).

Efek menyusui pada perkembangan anak memiliki implikasi penting baik untuk kebijakan kesehatan publik maupun untuk desain strategi intervensi awal yang ditargetkan untuk meningkatkan hasil perkembangan anak-anak yang berisiko sebagai akibat dari biologis (misalnya, prematur) atau kesulitan sosial (misalnya, kemiskinan). Sampai saat ini, penelitian telah memberikan dukungan yang jelas untuk manfaat gizi dan kesehatan menyusui untuk ibu dan anak,  dengan catatan yang sesuai dicatat untuk wanita yang sakit atau sedang dalam pengobatan. Ada juga bukti efek positif yang konsisten dari pemberian ASI pada perkembangan intelektual.2-4 Kurang dipelajari dengan baik adalah hubungan antara menyusui dan perkembangan psikososial anak.

Bukti ilmiah dalam penelitian mendukung hubungan antara menyusui dan hasil positif ibu-bayi dan neurobehavioural dalam jangka pendek. Namun, sejauh mana perbedaan awal dan relatif halus ini diterjemahkan ke dalam perbedaan jangka panjang dalam fungsi psikososial kurang jelas. Bayi yang disusui mungkin lebih waspada, lebih sedikit menangis, dan lebih mampu terlibat dalam interaksi dengan orang tua mereka daripada bayi yang diberi susu formula. Menyusui juga mungkin memiliki beberapa sifat mengurangi stres untuk ibu dan membantu mengasuh anak. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi manfaat jangka panjang dari menyusui, dan berpotensi dengan perilaku daripada hanya tindakan penyaringan kuesioner. Mekanisme di mana asosiasi ini muncul belum sepenuhnya ditetapkan. Namun, sensitivitas dan keterikatan ibu ditunjang melalui menyusui adalah salah satu kemungkinan. Penjelasan lain bisa jadi bahwa hubungan antara menyusui dan hubungan ibu-anak yang lebih baik, setidaknya sebagian, mencerminkan peningkatan fungsi kognitif anak dan / atau kesehatan fisik yang terkait dengan menyusui.

Manfaat ASI Bagi Perkembangan anak

  • Masa tiga tahun pertama merupakan masa yang sangat penting bukan hanya pada pertumbuhan fisik seorang anak tetapi juga pada perkembangan kecerdasan dan keterampilan motorik, mental, sosial dan emosional. Keberhasilan perkembangan anak ditentukan oleh keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan otaknya; hal ini dapat dipantau melalui pengukuran lingkar kepala secara berkala. Jadi dapat dikatakan bahwa nutrisi, selain mempengaruhi pertumbuhan, juga mempengaruhi perkembangan otak, dan ASI adalah nutrisi yang terbaik untuk perkembangan otak manusia.
  • Menyusui akan meningkatkan hubungan atau ikatan batin antara ibu dan anak. Ikatan batin yang erat, mesra, dan selaras yang diciptakan seawal dan sepermanen mungkin sangat penting, karena (1) turut menentukan perilaku anak di kemudian hari, (2) menstimulasi perkembangan otak anak, (3) merangsang perhatian anak kepada dunia luar, (4) menciptakan kelekatan (attachment) antara ibu dan bayi.
  • Pemenuhan kebutuhan emosi ini (asih) dapat dilakukan dengan melakukan kontak sedini mungkin, yaitu dengan mendekapkan bayi pada ibunya sesegera mungkin setelah lahir (inisiasi dini). Keadaan ini akan menimbulkan kontak fisik (kontak kulit), psikis (kontak mata), suara, dan penciuman sedini mungkin yang turut memegang peran penting terhadap keberhasilan menyusui. Interaksi yang timbul pada saat ibu menyusui bayi akan meningkatkan hubungan batin ibu dan anak, menimbulkan rasa aman pada bayi yang kelak akan meningkatkan rasa kepercayaan diri seorang anak.
  • Ikatan batin ibu dan anak yang erat juga dapat mengurangi kejadian penyiksaan, penelantaran, dan penolakan kehadiran anak. Dengan mendekap bayi pada saat menyusui, mengajaknya berbicara dengan penuh kasih sayang, seorang ibu sudah memenuhi kebutuhan bayi akan stimulasi (asah), dan secara tidak langsung juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan psikologis ibu. Stimulasi merupakan hal yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang banyak mendapat stimulasi terarah akan cepat berkembang dibanding anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi.
  • Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan terlihat anak yang mendapat ASI jauh lebih matang, lebih asertif, dan memperlihatkan progresifitas yang lebih baik pada skala perkembangan dibanding mereka yang tidak mendapat ASI.  Suatu penelitian di Honduras memperlihatkan bayi yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan dapat merangkak dan duduk lebih dahulu dibanding mereka yang sudah mendapat makanan pendamping ASI pada usia 4 bulan.
  • Menyusui sering dihubungkan dengan peningkatan perkembangan neuro-kognitif anak, terutama pada bayi yang lahir dengan berat lahir rendah dan bayi yang mendapat ASI lebih lama. Perkembangan kognitif anak dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Orang tua memegang peran untuk menciptakan lingkungan yang mendukung stimulasi yang diperlukan untuk perkembangan kognitif anak, selain menyediakan nutrisi yang adekuat.
  • Penelitian Angelsen dkk memperlihatkan bayi yang mendapat ASI kurang dari 3 bulan memiliki IQ yang lebih rendah dibanding bayi yang mendapat ASI 6 bulan atau lebih. Pemberian ASI yang lebih lama memberi keuntungan pada perkembangan kognitif anak.
  • Penelitia prospektif terhadap bayi prematur yang mendapat ASI memperlihatkan hasil tes IQ (usia 7-8 tahun) dengan poin 8.3 lebih tinggi dibanding bayi prematur yang mendapat susu formula.
  • Studi tentang manfaat gizi dan kognitif yang terkait dengan menyusui, serta manfaat psikososial. Semakin, informasi ini dimasukkan ke dalam strategi untuk mempromosikan menyusui. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara menyusui dan peningkatan fungsi psikososial, sejumlah besar faktor orang tua dan keluarga juga telah ditunjukkan untuk memprediksi ketidakmampuan psikososial anak. Ini termasuk keibuan remaja, rendahnya tingkat pendidikan ibu, kemiskinan, perilaku antisosial orang tua dan masalah kesehatan mental lainnya, tekanan prenatal dan kesehatan ibu, kekerasan keluarga, pelecehan anak dan kesulitan pengasuhan anak. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat masalah perilaku dan kesehatan mental di antara anak-anak dan remaja, strategi intervensi komunitas dan keluarga berbasis luas, yang mendorong pemberian ASI di antara strategi lain, kemungkinan menjadi pendekatan yang paling efektif.
  • Menyusui selama empat minggu secara positif dan statistik secara signifikan terkait dengan skor tes kognitif yang lebih tinggi, sekitar sepersepuluh dari standar deviasi. Hubungan antara menyusui dan perkembangan nonkognitif lebih lemah, dan terbatas pada anak-anak dari ibu yang kurang berpendidikan. Kami menyimpulkan bahwa intervensi yang meningkatkan tingkat menyusui akan meningkatkan tidak hanya kesehatan anak-anak, tetapi juga keterampilan kognitif mereka, dan mungkin juga perkembangan non-kognitif mereka.

Sumber : IDAI dan berbagai sumber lainnya




.


.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *