KLINIK BAYI ONLINE

Karakteristik Pemberian ASI di Indonesia

 

Penggunaan ASI di Indonesia masih kurang. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002, hanya 3,7% bayi yang memperoleh ASI pada hari pertama. Sedangkan pemberian ASI pada bayi umur kurang 2 bulan sebesar 64%, antara 2-3 bulan 45,5%, antara 4-5 bulan 13,9 dan antara 6-7 bulan 7,8%. Sementara itu cakupan pemberian susu formula meningkat 3 kali lipat dalam kurun waktu antara 1997 sebesar 10,8% menjadi 32,4% pada tahun 2002. Buruknya pemberian ASI eksklusif di Indonesia, terbatasnya persediaan pangan di tingkat rumah tangga serta terbatasnya akses balita sakit terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas menyebabkan 5 juta anak menderita gizi kurang. Menurut WHO, tingkat kematian bayi masih tinggi setiap tahunnya, sekitar 132.000 meninggal sebelum usia 1 tahun dan lebih dari setengahnya terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk serta penyakit infeksi.

Pemberian ASI yang dianjurkan adalah ASI eksklusif selama 6 bulan yang diartikan bahwa bayi hanya mendapatkan ASI saja tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih. ASI memiliki keuntungan yang banyak baik bagi bayi maupun ibu yang menyusui. Bagi bayi, ASI memberikan zat gizi yang lengkap dan mudah dicerna, melindungi bayi dari infeksi karena banyak antibodi dan sel darah putih yang terdapat dalam ASI. ASI memiliki faktor-faktor pertumbuhan dan hormon sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan dan maturasi sistem pencernaan bayi. Bagi ibu dengan menyusui bayi dapat membantu menjarangkan kehamilan dan melindungi kesehatan ibu. Selain itu juga terdapat keuntungan psikologis karena dengan menyusui ibu dan bayi akan lebih dekat, dapat menjalin rasa kasih sayang, memberi ikatan emosionil dan kepuasan yang mendalam kepada ibu. Pemberian susu formula memiliki banyak kerugian baik bagi bayi maupun ibu, yaitu bayi lebih mudah terkena infeksi saluran cerna dan pernafasan, kurang gizi, mudah terkena alergi dan intoleransi susu serta kelebihan berat badan. Bagi ibu bila tidak menyusui maka mungkin akan lebih cepat hamil dan ibu mempunyai risiko lebih tinggi terkena anemia, kanker ovarium dan payudara.

BACA  Tips dan Cara Berhenti Menyusui Pada Bayi



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Kesehatan Bayi, Chat Di Sini