KLINIK BAYI ONLINE

SAMPAI KAPAN BOTOL HARUS DISTERILISASI ?

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=z93ks7zJnqk]

Sterilisasi adalah upaya untuk membersihkan botol susu dengan berbagai cara untuk membunuh kuman yang ada dalam botol sehingga dapat mencegah infeksi pada bayi, terutama yang menyebabkan diare. Hingga bayi berusia 1 tahun, botol susunya sebaiknya terus disterilisasi. Dengan semakin meningkatnya kematangan saluran cerna pada bayi khususnya usia setahun fungsi kekebalan tubuh bayi sudah lebih baik. Saat itu sterilisasi botol tak mutlak lagi untuk dilakukan. Setelah usia 1 tahun, orangtua bisa memperlonggar “tingkat” sterilitas peralatan makan dan minumnya.

Para ahli menyarankan alat tersebut digunakan sampai bayi berusia 1 tahun. Setelah 1 tahun umumnya bayi memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat untuk melawan infeksi. Selain itu pada usia 1 tahun ke atas, bayi mulai diajarkan untuk minum menggunakan gelas dan melatih gerakan motoriknya.

Jika si kecil ingin minum biasakan ia belajar menuangkan air langsung ke gelas seperti milik anggota keluarga lainnya. Latihan ini sangat penting untuk mendukung kemandirian sekaligus perkembangan motoriknya. Saat itu, orangtua tak perlu repot-repot mensterilkan gelasnya terlebih dulu, apalagi sampai harus merebusnya.

Pada dasarnya kuman memberi manfaat tersendiri dalam membentuk kekebalan tubuh anak. Setiap kuman yang masuk justru akan membangun kekebalan tubuh sehingga kalau kemasukan jenis kuman yang sama, jadi tidak gampang sakit. Gambaran ini mirip dengan vaksinasi; dengan memasukkan bibit penyakit TBC yang sudah dilemahkan diharapkan anak menjadi kebal terhadapnya. Seperti halnya pada organ-organ lain, pada usus pun kuman membentuk semacam ekosistem. Dalam jumlah tertentu, kuman-kuman tadi akan menjaga ekosis-tem dalam pencernaan. Itulah mengapa perlakuan kelewat bersih justru akan membuat kekebalan alamiah bayi berkurang.

Sterilisasi bisa membantu melindungi bayi dari kuman dan infeksi. Bakteri berbahaya bisa tumbuh cepat di dalam susu dan tubuh bayi yang berusia di bawah 1 tahun karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal. Selain itu sterilisasi juga membantu mencegah kematian bayi. Meskipun tidak bisa menciptakan lingkungan yang bebas kuman 100 persen, tapi dengan sterilisasi dapat mengurangi risiko bagi bayi.

BACA  Kontroversi Vegetarian dan Penelitian Susu Sapi

Sterilisasi bagi ibu yang menyusui bayinya langsung

  • Jika ibu memberikan ASI tanpa menggunakan bantuan pompa payudara, maka ibu tak perlu melakukan sterilisasi. Tapi jika menggunakan pompa, maka segala peralatannya perlu disterilisasi untuk menjaga kebersihannya. Peralatan dicuci secara menyeluruh sebelum di sterilisasi, termasuk empeng bayi.

Terdapat tiga jenis utama alat sterilisasi, yaitu menggunakan

  • Air dingin (cold water) Alat ini menggunakan larutan sterilisasi atau tablet untuk membunuh bakteri. Sisi positifnya alat ini tidak membutuhkan tenaga yang besar dan bisa praktis dibawa ketika sedang bepergian. Namun umumnya memakan waktu lama yaitu sekitar setengah jam dan harus mencuci kembali semua peralatan dengan air mendidih untuk menghilangkan bahan kimia dari larutan sterilisasi.
  • Sterilisasi uap listrik   Teknik ini lebih cepat dan mudah dilakukan dengan menggunakan uap panas untuk membunuh bakteri, yaitu hanya sekitar 6-8 menit per siklus. Kelebihannya tidak memerlukan pembilasan lagi setelahnya dan memiliki kapasitas besar. Namun alat ini tidak bisa dibawa-bawa karena memerlukan listrik, harus sering dibersihkan dan biasanya memiliki harga yang cukup mahal.
  • microwave. Setiap alat ini memiliki kelebihan dna kekurangan masing-masing, untuk itu ketahui jenis mana yang lebih banyak membantu. Namun satu hal yang sama adalah semua botol harus dicuci bersih terlebih dahulu sebelum disterilisasi. Alat ini juga menggunakan uap untuk menghilangkakn bakteri, tapi harganya lebih murah. Mengenai waktu yang dibutuhkan tergantung dari seberapa besar kekuatan microwave yang dimiliki. Namun umumnya kapasitas yang dimiliki tidak terlalu besar dan alat ini tidak bisa mensterilkan alat makan seperti sendok atau mangkuk logam.

Sterilisasi untu perjalanan

  • Ukuran alat sterilisasi ini lebih kecil dan biasanya tidak lebih dari dua botol. Umumnya menggunakan teknik sterilisasi air dingin yang memungkinkannya melakukan sterilisasi tanpa bantuan listrik.
BACA  Permasalahan Jangka Pendek dan Jangka Panjang Bayi Berat Lahir Rendah

STERILISASI BOTOL SUSU

  • Cara mensterilkan botol susu berbeda dengan peralatan makan dan minum lainnya. Untuk botol, bersihkan dengan lebih cermat mengingat botol lebih banyak memiliki lekak-lekuk dan lipatan di dalam dot yang amat potensial menyimpan sisa-sisa susu. Rebuslah botol-botol susu tadi dalam panci berisi air mendidih sekitar 15 menit. Proses merebus seperti ini akan membuat bibit penyakit yang mungkin ada dalam botol-botol tersebut mati. Jika kurang dari 15 menit dikhawatirkan masih ada sisa-sisa kuman yang belum mati oleh proses pemanasan.
  • Selain dengan cara merebus, sterilisasi juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat otomatis bertenaga listrik. Bahkan saat ini tidak sedikit microwave yang memiliki fasilitas pensteril botol susu. Segera angkat lalu tiriskan botol susu yang sudah disterilkan. Kemudian simpan botol yang sudah dibersihkan di tempat bersih dan kering. Jangan sampai botol dibiarkan begitu saja di dalam panci atau alat pensteril botol hingga airnya dingin kembali. Kalau sudah begini, langkah pensterilan jadi sia-sia karena mikroorganisme lain seperti bakteri, kuman, dan yang paling banyak adalah jamur, akan masuk kembali ke air tersebut dan menempel lagi pada botol susu. Tentu saja banyak atau sedikitnya kuman dan jamur terkait dengan sanitasi dan keadaan lingkungan sekitar. Jika relatif bersih, jumlah kumannya pastilah tidak sebanyak yang berada di lingkungan kotor. Namun perlu diingat, meski jumlahnya sedikit tidak berarti kuman dan jamur ini tidak bisa membuat bayi sakit.
  • Jika tidak ada alat sterilisasi, bisa dengan cara merebus dalam air mendidih. Pastikan botol susu tidak rusak terkena air mendidih, lalu masukkan botol dalam panci berisi air mendidih selama 10-15 menit. Setelah itu segera angkat, tiriskan botol kemudian simpan botol yang sudah dibersihkan di tempat yang yang bersih dan kering. Jika dibiarkan hingga air menajdi dingin akan embuat mikroorganisme masuk dan menempel di boto
BACA  Susu Bubuk Formula Sebenarnya Tidak Steril

PERABOT MAKAN CUKUP DISIRAM AIR PANAS

  • Peralatan makan seperti gelas, piring dan sendok cukup disiram air panas saja. Atau bisa juga dengan memasukkannya ke panci khusus berisi air panas. Peralatan makan dan minum umumnya digunakan tak sesering botol dan dalam waktu relatif pendek. Kebiasaan ini tentu berbeda dibanding botol susu yang kerap digunakan berulang-ulang sejak pagi hingga malam masing-masing untuk jangka waktu cukup lama.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *