10 Kondisi dan Masalah Ketika Bayi Terkena Infeksi Selaput Otak atau Meningitis

10 Kondisi dan Masalah Ketika Bayi Terkena Infeksi Selaput Otak atau Meningitis

  1. Bayi bisa terkena meningitis. Meningitis adalah sebutan untuk peradangan pada selaput pelindung saraf otak dan tulang belakang yang dikenal sebagai meninges. Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis dapat berkembang sebagai respon terhadap sejumlah penyebab, biasanya infeksi bakteri atau virus.
  2. Bayi berada pada risiko paling tinggi untuk mengalami meningitis bakteri daripada kelompok usia lainnya. Namun, orang dari segala usia pun berisiko. Mereka yang pergi ke wilayah “sabuk” meningitis di sub-Sahara Afrika berisiko mendapat  meningitis meningokokus, terutama saat musim kemarau. Begitu pula mereka yang pergi beribadah ke Saudi Arabia selama musim haji dan umrah.
  3. Meningitis yang disebabkan bakteri biasanya berlangsung parah, meski bisa disembuhkan. Hanya saja, kalaupun sembuh meningitis bakteri kerap telanjur menyebabkan penderitanya mengalami komplikasi serius, seperti kerusakan otak, hilangnya pendengaran, atau ketidakmampuan belajar. 
  4. Berbagai bakteri penyebab bakteri patogen (bakteri merugikan) yang dapat menyebabkan meningitis bakteri. Yang utama adalah Haemophilus influenzae (paling sering disebabkan oleh jenis b, Hib), Streptococcus pneumoniae, Streptococcus grup B, Listeria monocytogenes, dan Neisseria meningitidis. Bayi yang baru lahir: Streptococcus grup B, Escherichia coli, Listeria monocytogenes. Bayi dan Anak: Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae tipe b
  5. Penyakit infeksi cenderung menyebar lebih cepat di antara kelompok dengan jumlah orang yang lebih banyak. Anak-anak yang sudah bersekolah atau lama berada di rumah sakit yang bercampur dengan pasien infeksi adalah contohnya.
  6. Penularan. Beberapa bakteri dapat menyebar melalui pertukaran pernapasan atau cairan di mulut (air liur atau lendir), misalnya ketika berciuman. Untungnya, penularan sebagian besar bakteri yang menyebabkan meningitis ini tidak semudah penularan virus yang menyebabkan flu dan pilek. Bakteri-bakteri penyebab meningitis tidak menyebar begitu saja melalui sentuhan biasa dengan orang yang terinfeksi. Bakteri-bakteri ini pun tidak akan berpindah hanya dengan menghirup udara yang sama dengan seseorang yang meningitis. Sebagian bakteri tidak menular dari individu  ke individu, tetapi menular kepada individu yang memiliki faktor risiko tertentu (seperti sistem kekebalan tubuh lemah atau trauma kepala). Yang berbeda adalah bakteri Listeria monocytogenes, karena penyebarannya terjadi ketika kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
  7. Tanda dan gejala infeksi meningitis muncul pada bayi dengan gejala demam mendadak, kejang sering lebih dari sekali dengan kesadaran menurun, tidak mau minum sama sekali, muntah, rewel berlebihan, dan leher kaku. Gejala meningitis bakteri dapat muncul dengan cepat atau selama beberapa hari. Biasanya mereka berkembang dalam 3-7 hari setelah terpapar. Bayi yang berusia kurang dari 1 bulan berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi berat, seperti meningitis, dibandingkan anak yang lebih tua. Pada bayi baru lahir dan batita, gejala meningitis klasik yaitu demam, sakit kepala, dan leher kaku mungkin tidak ada atau sulit untuk melihat. Bayi yang lebih besar atau batita mungkin tampak lambat atau tidak aktif reaksinya (kurang kewaspadaan), mudah rewel, muntah atau nafsu makannya turun. Pada bayi muda, dokter mungkin mencari fontanel menonjol (soft spot di kepala bayi) atau refleks yang abnormal, yang juga bisa menjadi tanda-tanda meningitis. Jika ibu berpikir bayi ibu memiliki gejala-gejala tersebut, hubungi dokter atau klinik segera.
  8. Meningitis bakteri dapat diobati secara efektif dengan antibiotik. Pengobatan ini harus dimulai sesegera mungkin. Pengobatan antibiotik yang tepat dari jenis yang paling umum dari meningitis bakteri akan mengurangi risiko kematian akibat meningitis di bawah 15%, meskipun risikonya tetap lebih tinggi pada bayi muda dan orang tua.
  9. Pencegahan. Cara yang paling efektif untuk melindungi diri kita dan anak kita terhadap beberapa jenis meningitis bakteri adalah dengan mematuhi jadwal vaksin yang dianjurkan. Ada vaksin untuk tiga jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis: Neisseria meningitidis (meningococcus), Streptococcus pneumoniae (pneumokokus), dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Antibiotik mungkin akan diberikan kepada orang yang berkontak dekat pasien meningitis meningokokus.
  10. Antibiotik juga dapat direkomendasikan untuk seluruh keluarga jika ada anggota keluarga yang terinfeksi Hib parah dan ada yang berisiko tinggi di rumah. Mempertahankan kebiasaan sehat, seperti tidak merokok dan menghindari asap rokok, istirahat cukup, dan tidak berkontak dekat dengan orang yang sedang sakit, juga dapat membantu. Hal ini sangat penting bagi bayi, orangtua, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, karena mereka sangat berisiko tertular bakteri penyebab meningitis.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s