Imunisasi Kombinasi Banyak Vaksin, Berbahayakah ?

Imunisasi adalah tinfakan pencegahan untuk mencegah penyakit menular yang menimbulkan kematian dan kecacatan yang tinggi seperti tuberkulosis, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, campak dan banyak lagi. Dengan meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan semakin banyak ditemukannya jenis vaksin baru. Sehingga pada periode 0-12 bulan seorang bayi harus mendapatkan suntikan delapan vaksin yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Hib, PCV dan Campak dalam 16 kali suntikan, membuat semakin padatnya jadwal vaksin yang harus diberikan. Risiko yang timbul adalah tidak tercapainya cakupan imunisasi yang harus dilaksanakan karena jadwal yang tertinggal. Selain itu akan menambah jumlah kunjungan yang mempengaruhi besarnya biaya yang harus disediakan, dan menambah jumlah suntikan yang membuat kurang nyaman pasien dan orang tuanya.

Bertambahnya jumlah vaksin baru dalam jadwal imunisasi juga menjadi perhatian internasional sejak tahun 1990, sehingga diusulkan vaksin ideal yang dapat menggabungkan semua antigen dalam satu suntikan. WHO (2004) menyetujui penggunaan vaksin kombinasi dengan catatan harus didukung oleh bukti-bukti klinis sehingga tidak mengurangi potensi dan keamanan vaksin. Vaksin kombinasi pertama diperkenalkan adalah kombinasi vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT, 1943) kemudian disusul vaksin kombinasi campak, mumps, dan rubella (MMR), dan selanjutnya kombinasi DPT dengan vaksin hepatitis B atau dengan vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Perbedaan dan kesamaan pemberian vaksin kombinasi dengan pemberian imunisasi biasa

  • Vaksin kombinasi adalah vaksin yang mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu kali suntikan. Sedangkan imunisasi simultan adalah beberapa vaksin diberikan pada waktu kunjungan yang sama, dengan beberapa suntikan di tempat yang berbeda. Perbedaan keduanya dalam jumlah pemberian suntikan, kesamaanya dalam potensi, keamanan, jumlah kunjungan dan besaran biaya.
  • Jumlah vaksin tidak memberi beban pada sistem imun bayi, sehingga mendapatkan hasil yang sebaliknya  Mulai dilahirkan, seorang bayi akan terpapar oleh berbagai kuman. Paparan ini akan direspon oleh sisem kekebalan bayi mulai dari respon imun bawaan yang sifatnya umum dan respon imun didapat yang sifatnya spesifik. Kapasitas respon imun spesifik sangat besar, sehingga berapapun besarnya paparan kuman terhadap sistem imun spesifik akan direspon dengan baik. Secara nyata, dengan digunakannya vaksin kombinasi terdapat pengurangan jumlah antigen yang didapat seorang bayi. Tahun 1900 jumlah antigen dalam vaksin 200 antigen, tahun 1960 sekitar 3217 antigen, tahun 1980 sekitar 3041 antigen dan saat ini mulai tahun 2000 sekitar 134 antigen.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s