Deteksi Gangguan Pendengaran dan kebersihan Telinga

Deteksi Gangguan pendengaranimage

Deteksi dini gangguan pendengaran perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pendengaran dan wicara,

  • Skrining pendengaran pada 48 jam pertama kehidupan ketika bayi baru lahir dan masih tinggal di rumah sakit, menggunakan otoaccoustic emission (OAE), yang bertujuan untuk mengetahui kondisi rumah siput (koklea) yang berperan sebagai sensor terhadap bunyi dari sekitarnya.
  • Dilaksanakan menjelang bayi berusia tiga bulan dengan pemeriksaan OAE diagnostik dan brainsteam evoked response audiometry (BERA) untuk mengetahui kondisi saraf pendengaran sampai batang otak. Apabila terdiagnosis adanya gangguan pendengaran jenis saraf atau yang dikenal sebagai gangguan sensorineural, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan frekuensi (nada) yang terinci dengan BERA tone burst atau pemeriksaan auditory steady state response (ASSR).
  • Kedua pemeriksaan tersebut penting dilaksanakan untuk pemilihan dan pengaturan alat bantu dengar, oleh karena pemasangan alat bantu dengar yang tidak sesuai menyebabkan bayi atau anak menolak untuk memakai alat tersebut dan pemasangan yang melebihi kebutuhan (terlalu keras) dapat menimbulkan rasa sakit juga tidak nyaman dan yang lebih berbahaya dapat lebih merusak alat-alat pendengaran.

Pemeriksaan Lainnya

  • Pemeriksaan timpanometri jika memang perlu sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada telinga tengah. Hal tersebut menunjukkan bila hasil OAE atau BERA tidak lulus (refer), sebaiknya dilanjutkan dengan pemeriksaan pendengaran lengkap.
  • Pemeriksaan OAE dan BERA dilakukan bersamaan sebelum bayi meninggalkan rumah sakit, karena tersedianya fasilitas BERA otomatis. Beliau pun menganjurkan untuk dilakukan skrining pendengaran pada semua bayi baru lahir tanpa kecuali, jika memang mempunyai fasilitas dan tersedia tenaga ahlinya. Kegiatan ini dikenal sebagai universal newborn hearing screening (UNHS). Sementara skrining pendengaran yang sifatnya lebih spesifik atau khusus dilakukan pada bayi yang mempunyai faktor risiko untuk terjadinya gangguan pendengaran atau yang dikenal sebagai targeted newborn hearing screening. Bila telah dipastikan adanya gangguan pendengaran atau ketulian, maka pada bayi tersebut perlu dilakukan terapi atau habilitasi sebelum usia enam bulan, termasuk didalamnya pemasangan alat bantu dengar (hearing aid) dan latihan mendengar atau terapi wicara jika anak tersebut sudah mencapai tahap mampu berbicara. Bila setelah beberapa waktu pemakaian alat bantu dengar sudah tidak bermanfaat, maka perlu dipertimbangkan untuk beralih ke pemasangan implan koklea.

Kebersihan Telinga

  • Kebersihan telinga juga penting untuk selalu dipelihara guna mencegah berbagai penyakit akibat infeksi. enjelaskan beberapa cara untuk membersihkan telinga yang dapat dilakukan di rumah oleh para orangtua yaitu dengan membersihkan lekukan-lekukan telinga menggunakan kain kasa halus yang telah dibasahi dengan baby oil.
  • Untuk liang telinga, dapat dibersihkan dengan memakai cotton bud kecil yang bagian kapasnya telah dibasahi dengan baby oil, namun sebagian dokter tidak menyetujui penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga karena risiko merusak membran timpani, atau cenderung mendorong kotoran semakin masuk ke dalam.
  • Bila ada cairan ASI yang masuk kedalam liang telinga, upaya mengeringkannya dapat dengan menggunakan gulungan kecil tissue halus atau kapas yang kering. Beliau juga menjelaskan bahwa upaya membersihkan daun telinga dapat dikatakan baik apabila tidak dijumpai lagi kerak atau serpihan kulit bayi yang terkelupas. Sedangkan liang telinga yang bersih adalah apabila tidak terdapat kotoran atau serpihan kulit yang menutupi liang telinga.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s