Bagaimana Mengetahui Autisme Sejak Bayi ?

Diagnosis Autism sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relatif sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang dignosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama. Seringkali pada anak yang sama seorang anak didiagnosis berbeda oleh banyak dokter ahli seperti Autis, Autis ringan, bukan Autis, gejala Autis atau observasi Autis. Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.  Gangguan perilaku ini dapat dioptimalkan sejak dini bila dapat dilakukan deteksi dini yang baik dan benar. Seringkali seorang anak didiagnosis sudah terlambat sehingga membuat prognosis dan terapi tidak optimal.

Pedoman Praktis Deteksi Dini Autis

 Pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat

 The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :
  1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu

Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Dokter saraf abak, dokter tumbuh kembang anak, dokter alergi anak, Psikolog, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autis.

DETEKSI DINI AUTIS

Meskipun sulit namun tanda dan gejala autism sebenarnya sudah bisa diamati sejak dini bahkan sejak sebelum usia 6 bulan.

  • DETEKSI DINI SEJAK DALAM KANDUNGAN
    Sampai sejauh ini dengan kemajuan tehnologi kesehatan di dunia masih juga belum mampu mendeteksi resiko autism sejak dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan biomolekular pada janin bayi untuk mendeteksi autism sejak dini, namun pemeriksaan ini masih dalam batas kebutuhan untuk penelitian.
  • DETEKSI DINI SEJAK LAHIR HINGGA USIA 5 TAHUN
    Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupahan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin mudaAda beberapa gejala yang harus diwaspadai terlihat sejak bayi atau anak menurut usia :

 USIA 0 – 6 BULAN

  • Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  • Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  • Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi
  • Tidak “babbling”
  • Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu
  • Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan
  • Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

 USIA 6 – 12 BULAN

  • Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  • Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  • Gerakan tangan dan kaki berlebihan
  • Sulit bila digendong
  • Tidak “babbling”
  • Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan
  • Tidak ditemukan senyum sosial
  • Tidak ada kontak mata
  • Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

Pedoman Praktis Deteksi Dini Autis

 Pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat

 The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :
  1. Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan
  2. Anak tidak memperlihatkan kemampuan gestural (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan
  3. Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  4. Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan
  5. Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu

Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Dokter saraf abak, dokter tumbuh kembang anak, dokter alergi anak, Psikolog, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autis.

DETEKSI DINI AUTIS

Meskipun sulit namun tanda dan gejala autism sebenarnya sudah bisa diamati sejak dini bahkan sejak sebelum usia 6 bulan.

  • DETEKSI DINI SEJAK DALAM KANDUNGAN
    Sampai sejauh ini dengan kemajuan tehnologi kesehatan di dunia masih juga belum mampu mendeteksi resiko autism sejak dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan biomolekular pada janin bayi untuk mendeteksi autism sejak dini, namun pemeriksaan ini masih dalam batas kebutuhan untuk penelitian.
  • DETEKSI DINI SEJAK LAHIR HINGGA USIA 5 TAHUN
    Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupahan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin mudaAda beberapa gejala yang harus diwaspadai terlihat sejak bayi atau anak menurut usia :

 USIA 0 – 6 BULAN

  • Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  • Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  • Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi
  • Tidak “babbling”
  • Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu
  • Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan
  • Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

 USIA 6 – 12 BULAN

  • Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)
  • Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik
  • Gerakan tangan dan kaki berlebihan
  • Sulit bila digendong
  • Tidak “babbling”
  • Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan
  • Tidak ditemukan senyum sosial
  • Tidak ada kontak mata
  • Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal

.

  • dapat direncanakan.

PERANAN ORANG TUA DALAM DETEKSI DINI AUTISME SEJAK BAYI

  • Dalam perkembangannya menjadi manusia dewasa, seorang anak berkembang melalui tahapan tertentu.
  • Diantara jenis perkembangan, yang paling penting untuk menentukan kemampuan intelegensi di kemudian hari adalah perkembangan motorik halus dan pemecahan masalah visuo-motor, serta perkembangan berbahasa. Kemudian keduanya berkembang menjadi perkembangan sosial yang merupakan adaptasi terhadap lingkungan.
  • Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Untuk mendeteksi keterlambatan, dapat digunakan 2 pendekatan :
  • Memberikan peranan kepada orang tua, nenek, guru atau pengasuh untuk melakukan deteksi dini dan melaporkan kepada dokter bila anak mengalami keterlambatan atau gangguan perkembangan dan perilaku. Kerugian cara ini adalah bahwa orang tua sering menganggap bahwa anak akan dapat menyusul keterlambatannya dikemudian hari dan cukup ditunggu saja. Misalnya bila anak mengalami keterlambatan bicara, nenek mengatakan bahwa ayah atau ibu juga terlambat bicara, atau anggapan bahwa anak yang cepat jalan akan lebih lambat bicara. Kadang-kadang disulitkan oleh reaksi menolak dari orang tua yang tidak mengakui bahwa anak mengalami keterlambatan bicara
  • Pendekatan lainnya adalah dengan deteksi aktif, membandingkan apakah seorang anak dapat melakukan fungsi bahasa yang sesuai dengan baku untuk anak seusianya. Pendekatan kedua juga mempunyai kelemahan yaitu akan terlalu banyak anak yang diidentifikasi sebagai “abnormal” karena bicara terlambat. Sebagian besar diantaranya memang secara alamiah akan menyusul bicara dikemudian hari. Bahkan kadang-kadang masih ditemukan dokter atau dokter anak yang masih menganggap bukan kelainan, dan dikatakan kepada pasien: “Tidak apa-apa, ditunggu saja”.
  • Peranan orang tua untuk melaporkan kecurigaannya dan peran dokter untuk menanggapi keluhan tersebut sama pentingnya dalam penatalaksanaan anak. Bila dijumpai keterlambatan atau penyimpangan harus dilakukan pemeriksaan atau menentukan apakah hal tersebut merupakan variasi normal atau suatu kelainan yang serius. Jangan berpegang pada pendapat :”Nanti juga akan berkembang sendiri” atau “Anak semata-mata hanya terlambat sedikit” tanpa bukti yang kuat, yang akan mengakibatkan diagnosis yang terlambat dan penatalaksanaan yang semakin sulit.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s