Bahaya Konsumsi Telor Mentah Pada Bayi

wp-1459732223009.jpgAnak usia balita 4 kali lipat lebih berisiko mengalami gejala keracunan makanan berupa Salmonellosis dibandingkan dengan orang dewasa yang mengonsumsi telur mentah atau setengah matang. Tidak hanya anak balita, orang yang lanjut usia dan ibu hamil juga berisiko mengalami Salmonellosis ini. Gejala muncul 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Salmonella dan membaik dalam waktu 4-7 hari tanpa perlu pemberian antibiotik. Gejala yang muncul yaitu diare berdarah, disertai demam, muntah dan dehidrasi. Hal ini bisa membahayakan jiwa apabila kekurangan cairan tidak segera diatasi.

Tidak hanya telur setengah matang biasa, tetapi masakan yang mengandung telur yang dimasak setengah matang, seperti homemade mayonnaise, tiramisu, mousse, juga masih berisiko menimbulkan Salmonellosis. Mayonnaise buatan pabrik umumnya menggunakan telur yang telah dipasteurisasi sehingga aman dikonsumsi.

Penanganan

  • Infeksi Salmonellosis yang ringan tidak membutuhkan pengobatan. Kebanyakan pasien akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 24 hingga 48 jam. Anda harus dikarantina atau menggunakan kamar mandi yang berbeda. Mencuci tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Jika Anda mengalami demam dan infeksi serius (demam tifoid), Anda membutuhkan pengobatan antibiotik. Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Setelah itu, Anda bisa secara bertahap mengonsumsi makanan normal kembali. Produk susu dapat membuat diare menjadi lebih buruk sehingga Anda harus menghindari susu selama beberapa hari. Jika diare kian parah, Anda akan memerlukan cairan infus.

Diagnosis

Dokter akan memeriksa gejala yang ada untuk mendiagnosis Salmonellosis. Anda juga akan menjalani pemeriksaan kotoran, darah dan urin untuk keakuratan diagnosis. Tes darah harus dilakukan untuk menghilangkan penyakit lainnya.

Pencegahan

  • Hindari membeli telur yang kotor atau retak.
  • Simpan telur di lemari pendingin pada suhu 0-4° C.
  • Cuci tangan dan alat yang bersentuhan dengan telur mentah.
  • Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.
  • Bagian putih dan kuning telur harus dimasak hingga mengeras. Bila memasak makanan yang mengandung telur, maka masakan harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71°C. Telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak.
  • Telur yang sudah matang harus dikonsumsi segera dan tidak dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi kuman.
  • Makanan seperti daging merah dan daging unggas harus dimasak.
  • Simpanlah makanan dengan benar. Sebagai contoh: tidak membiarkan salad sayur yang dicampur dengan mayones pada suhu kamar selama beberapa jam
  • Hanya minum susu hasil pasteurisasi.
  • Minumlah hanya air kemasan saat bepergian.
  • Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi atau hewan yang terinfeksi salmonella seperti kura-kura.
  • Cuci tangan Anda dengan benar setelah menggunakan toilet untuk menghindari penyebaran penyakit.
  • Minum air dengan elektrolit (misalnya saat berolahraga) sampai diare berhenti sepenuhnya.
  • Lakukan diet rendah kalori setelah diare benar-benar berhenti.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami dehidrasi (kulit keriput dan kering, jarang buang air kecil, dan urin berwarna gelap) atau memiliki gejala yang berlangsung lebih dari 48 jam, seperti demam tinggi, diare akut, kulit atau mata menjadi kuning.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s