Kenali Bahaya Shaken Baby Syndrome Pada Anak Anda

wp-1459731765842.jpgShaken Baby Syndrome atau sindrom bayi terguncang juga dikenal sebagai trauma kasar kepala, sindrom dampak terguncang, cedera kepala yang ditimbulkan cedera otak serius akibat getaran yang keras pada bayi atau balita. Shaken Baby Syndrome menghancurkan sel-sel otak anak dan menghambat otak untuk  mendapatkan oksigen yang cukup. Shaken Baby Syndrome adalah bentuk pelecehan anak yang dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Sekitar 95% cedera otak dan 64% cedera kepala pada anak berusia kurang dari 1 tahun disebabkan oleh tindak kekerasan pada anak. Shaken baby syndrome seringkali juga  ditemukan kekerasan pada anak yang memiliki riwayat kekerasan sebelumnya atau tanda kekerasan di bagian tubuh lain. Guncangan dapat disengaja, misalnya oleh orang dewasa yang tidak sabar terhadap bayi yang rewel, maupun tidak sengaja dan timbul karena cara bermain yang menyebabkan guncangan hebat pada kepala, misalnya dengan diayun atau dilemparkan ke udara. Guncangan pada badan juga dapat berakibat cedera pada otak karena perubahan posisi kepala terhadap leher yang drastis dan mendadak.

Sindrom ini sebagian besar terjadi pada anak di bawah 2 tahun, shaken baby syndrome yang disengaja umumnya dilakukan oleh laki – laki, ayah, atau pengasuh anak. Orang tua yang mengalami stres secara sosial, biologis, atau finansial rentan melakukan perilaku impulsif dan agresif. Cedera otak yang terjadi khas dan tidak sesuai dengan riwayat jatuh, kejang, atau trauma kepala lain.

Saat bayi atau anak mengalami guncangan yang hebat, otak mengalami perputaran atau pergeseran terhadap aksisnya (batang otak). Hal ini menyebabkan robekan saraf dan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan dan perdarahan otak.

Gejala. Spektrum gejala shaken baby syndrome sangat luas, dari gejala ringan sampai sangat berat.

  • Gejala ringan yang tidak spesifik umumnya tidak disadari oleh dan membaik seiring waktu. Dalam kasus-kasus ringan sindrom bayi terguncang, seorang anak mungkin tampak normal setelah terguncang, tapi seiring waktu ia dapat mengakibatkan masalah kesehatan, belajar atau perilaku.
  • Gejala Berat Sindrom yang sangat berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, sampai kematian. Sesaat setelah guncangan hebat, anak umumnya menjadi rewel atau cenderung banyak tidur, muntah – muntah, dan tidak mau makan. Gejala ini dapat menetap selama beberapa hari atau beberapa minggu. Perdarahan otak dapat menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, muntah, malas menyusui, dan kontak yang berkurang. Kerusakan otak berat dapat menyebabkan gangguan pernapasan sampai henti napas. Gejala yang tidak spesifik dan kerusakan otak yang tidak terdeteksi dapat berlangsung lama tanpa diketahui namun menyebabkan gangguan belajar atau gangguan perilaku saat anak lebih besar.
  • Guncangan kepala hebat yang menyebabkan perdarahan retina dan perdarahan otak. Sindrom ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan gangguan saraf pada anak akibat kekerasan.
  • Luka lain yang mungkin tidak awalnya terlihat termasuk pendarahan di otak dan mata, kerusakan pada sumsum tulang belakang dan leher dan patah tulang rusuk, tengkorak dan tulang.
  • Shaken baby syndrome sering disertai cedera mata dan cedera tulang.
  • Cedera mata yang sering ditemui adalah perdarahan retina pada satu atau kedua mata. Perdarahan di dalam mata mungkin sulit terdeteksi karena keterbatasan bayi untuk mengeluhkan gangguan penglihatan.
  • Cedera tulang di tempat lain sering menyertai shaken baby syndrome akibat kekerasan yang disengaja, terutama patah tulang pada iga, lengan, dan tungkai. Adanya memar atau luka di bagian tubuh yang tidak biasa atau berulang mendukung adanya kekerasan.

Komplikasi. Hanya beberapa detik dari guncangan bayi dapat menyebabkan kerusakan otak ireversibel. Banyak anak yang terkena sindrom bayi terguncang mengakibatkan kematian. Bila bayi terhindr dari kematian dan sembuh dari gejala berat sindrom bayi terguncang mungkin memerlukan perawatan medis seumur hidup untuk kondisi seperti:

  • kebutaan parsial atau total
  • gangguan pendengaran
  • keterlambatan perkembangan, masalah belajar atau masalah perilaku
  • Keterbelakangan mental
  • gangguan kejang
  • cerebral palsy

Kapan Harus  ke dokter

  • Mencari bantuan segera jika Anda menduga anak Anda telah terluka oleh gemetar kekerasan.
  • Hubungi dokter anak Anda atau membawa anak Anda ke ruang gawat darurat terdekat. Mendapatkan perawatan medis segera dapat menyelamatkan hidup anak Anda atau mencegah masalah kesehatan yang serius.
  • Tenaga profesional perawatan kesehatan secara hukum diharuskan untuk melaporkan semua kasus dugaan pelecehan anak kepada otoritas negara.

sumber : http://www.faqs.org/health/

Diagnosis

  • Untuk mendiagnosis shaken baby syndrome, perlu wawancara mendalam dengan orang yang mengasuh anak sehari-harinya. Mungkin diperlukan pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala untuk mendeteksi kerusakan otak dan perdarahan. Foto Rontgen dapat membantu mengkonfirmasi patah tulang. Pemeriksaan mata juga diperlukan untuk mencari perdarahan retina.
  • Efek cedera kepala akibat kekerasan yang disengaja lebih berat dibandingkan cedera akibat benturan atau guncangan yang tidak disengaja. Angka kematian cedera kepala akibat kekerasan sekitar 13%. Anak yang selamat umumnya mengalami gangguan saraf dan kecerdasan saat berusia lebih dari 6 tahun.
  • Pemeriksaan Penunjang
    • Computerized tomography (CT) scan. CT scan menggunakan X-ray gambar untuk memberikan gambar penampang otak anak. Tes ini dapat membantu mendeteksi cedera yang membutuhkan intervensi mendesak.
    • Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI menggunakan kuat lapangan dan radio gelombang magnetik untuk membuat gambar detil dari otak anak. Karena MRI sulit untuk melakukan pada anak yang tidak stabil, itu biasanya dilakukan dua sampai tiga hari setelah cedera.
    • Skeletal survey.. Serangkaian sinar X-skeletal – mungkin termasuk lengan, tangan, kaki, kaki, tulang belakang, tulang rusuk dan tengkorak – dapat digunakan untuk mengukur apakah fraktur sengaja atau tujuan dan menemukan patah tulang sebelumnya.
    • Pemeriksaan oftalmologi. Sebuah pemeriksaan mata dapat mengungkapkan pendarahan dan cedera mata lainnya.
    • Pemeriksaan Darah. Beberapa pemeriksaan gangguan metabolik dan genetik , serta gangguan pendarahan dan pembekuan dapat menyebabkan gejala yang mungkin Shaken baby syndrome. Tes darah dapat membantu menyingkirkan beberapa kondisi ini.

Pencegahan

  • Ketika bayi menangis tidak dapat tenang, Anda mungkin tergoda untuk mencoba apa saja untuk menghentikannya. Tetapi penting untuk selalu memperlakukan anak Anda dengan lembut. Jangan diguncangkan terlalu hebat
  • Hanya membutuhkan waktu beberapa detik gemetar menyebabkan kerusakan otak ireversibel pada bayi.
  • Jika orangtua mengalami kesulitan mengelola emosi atau stres dalam perawatan anak sebaiknya mencari bantuan profesional terkait (psikolog atau psikiater) agar mampu mengasuh anak secara baik bagi leangsungan tumbuh kembang anak.
  • Untuk mencegah shaken baby syndrome, hindarilah bermain atau bercanda dengan bayi dengan cara menganyunkan bayi pada lengan atau anggota tubuh lainnya, mengguncang, atau melempar tubuh bayi. Jika meletakkan bayi pada ayunan, gunakanlah ayunan khusus untuk bayi yang berayun dengan lembut. Awasilah selalu apabila bayi bermain dengan kakak atau anak yang lebih besar. Pilihlah pengasuh anak yang dapat dipercaya serta cukup stabil dan matang secara psikologis.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s