Waspadai Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Sindrom kematian bayi mendadak atau dikenal sebagai Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS adalah istilah untuk menyebut keadaan di mana bayi (dari usia satu bulan sampai satu tahun) yang tampak sehat secara tiba-tiba dan tak dapat dijelaskan meninggal. Kondisi ini biasanya rentan terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Meski sudah ada penelitian dan penyelidikan penyebab kematian bayi, namun tetap belum dapat dipastikan penyebabnya. Pengujian ini telah dilakukan para peneliti di AS untuk menemukan cara memerangi penyebab utama kematian pada bayi. Jangan sekalipun orangtua lengah begitu anak melewati masa-masa puncak berisiko SIDS pada usia di bawah 6 bulan. Resiko itu akan berkurang setelah usia enam bulan dan menghilang pada satu tahun. Kamar anak-anak juga umum jadi tempat terjadinya sesak napas. Di tahun 2002, tahun paling akhir adanya data statistik hal ini, tercatat sekitar 710 bayi usia di bawah setahun yang meninggal karena sesak napas, serta 75 anak usia satu hingga lima tahun.

SIDS sering kali disebut sebagai crib death (kematian ranjang bayi) dan menyerang 1 dari 100.000 bayi terutama usia 2-4 bulan. Hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui.

Ada yang menduga kematian ini disebabkan oleh kemampuan otak dalam mengontrol pernafasan, sehingga ketika pernafasan terganggu karena selimut menutup hidung atau mulut bayi, bayi tersebut terkena SIDS. Kematian ini umumnya terjadi ketika bayi sedang tidur.

Faktor Resiko :

  • bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu)
  • bayi yang berat badannya kurang ketika dilahirkan
  • bayi laki-laki. Sebanyak 60% bayi yang terkena SIDS adalah laki-laki, walaupun tidak ada penelitian yang membuktikan hubungan gender dengan SIDS.

Pencegahan

  • Tidurkan bayi terlentang, bukan tengkurap atau miring.
  • Orang tua atau orang lain yang tinggal serumah tidak merokok, baik semasa kehamilan maupun setelah bayi lahir. Penelitian menunjukkan ibu yang merokok memiliki bayi yang beresiko lebih tinggi terkena SIDS.
  • Berikan ASI pada bayi. Bayi yang menyusu ASI memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Selain itu, bayi yang diberikan ASI secara eksklusif lebih sering bangun untuk menyusu.
  • Usahakan bayi tidur dalam boks yang tidak dipenuhi mainan Gunakan boks bayi untuk menghindari risiko jatuh. Cara ini lebih aman untuk melindungi bayi Anda, ketimbang meletakkan boneka, bantal ataupun selimut tebal di pinggir ranjang.
  • Lindungi bayi Anda dari asap rokok Bayi yang menghirup asap rokok mempunyai risiko yang lebih tinggi terserang sidroma mematikan ini. Tidak merokok selama kehamilan dan tidak mendekatkan bayi Anda pada asap merokok setelah lahir bisa membantu Anda menjaga buah hati.
  • Biarkan bayi terlelap lebih lama Sebaiknya tidak menidurkan bayi di atas sofa atau ranjang Anda. Karena, jika diletakkan pada permukaan datar, hal itu justru akan mengurangi porsi tidur si kecil. Biarkan si kecil tidur nyenyak dalam boks atau ayunan bayi lebih lama.
  • Pastikan kasur terpasangan pas pada boks.
  • Masukkan seprai dan selimut di bawah kasur sehingga tidak lebih tinggi dari dada bayi Anda.
  • Pilih boks plus pernak-pernik yang simpel: jangan ada tiang dan kenop di sudut yang bisa menyangkutkan baju di leher; jangan ada bagian hiasan yang bisa membekap kepala bayi; jangan ada bantal, selimut lembut, atau bumper yang bisa menutupi muka bayi.
  • Jangan gunakan boks pinjaman atau lungsuran yang gagal tes kaleng soda: Bila kaleng soda bisa melewati kisi-kisi boks, kepala bayi juga bisa terjepit.
  • Waspadai tali gorden yang bisa ditarik bayi dan menjerat leher. Sejak pertengahan 90-an, blind dirancang ulang tanpa tali yang berbentuk gelang-gelang untuk mengurangi risiko tersebut. 
  • Kenakan busana berbahan nyaman saat menimang bayi P akaian yang Anda kenakan ternyata bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri untuk si kecil, pilih pakaian dengan bahan nyaman dan menyerap keringat, seperti katun. Perlu Anda tahu, bahan pakaian juga bisa menjaga suhu pada tingkat nyaman untuk orang dewasa dan untuk menjaga bayi agar tetap tenang.
  • Alat bantu menjaga bayi Banyak orangtua berlatih menggunakan Snuza Halo untuk memantau anak-anaknya dari jauh. Ini bisa membantu anda memantau aktivitasnya meski Anda tidak berada di dekatnya. “The Snuza itu seperti alat kecil namun sangat efektif dan tidak menimbulkan bahaya bagi bayi,” kata Charlotte Wenham, pembuat Snuza Halo. Perangkat kecil terselip di dalam area popok ini merupakan alat pemantauan gerakan dan bisa merangsang bayi. Jika ingin menggunakannya. konsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui apakah pilihan ini tepat buat bayi Anda.
  • Gunakan kipas Cara mudah untuk menjaga bayi Anda dari overheating adalah dengan menggunakan kipas angin di kamar bayi. Cara ini dinilai bisa membantu mendinginkan udara dalam kamar. Pada kenyataannya, sebuah studi dari Archives of Pediatrics melaporkan bahwa bayi yang tidur di kamar bayi menggunakan kipas udara ventiliate bisa mengalahkan 72% penurunan risiko sidroma kematian bayi secara mendadak ini. Jika Anda tidak memiliki kipas angin di kamar bayi, bisa menggunakan kipas manual. Usahakan angin dari kipas tidak langsung mengenai si kecil, karena sedikit hembusan angin lembut saja sudah bisa membuat bayi Anda tenang dan nyaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s