Persiapan Pemberian Susu Formula Pada Bayi

image

Penyiapan dan penyimpanan susu formula

Susu formula bubuk tidak steril dan dapat mengandung bakteri yang bisa menyebabkan penyakit serius pada bayi. Dengan penyiapan dan penyimpanan susu formula bubuk yang baik, risiko terkontaminasi dapat dikurangi.

Langkah persiapan susu formula bubuk :
– Bersihkan dan desinfeksi seluruh permukaan meja yang akan digunakan untuk mempersiapkan susu formula
– Cuci tangan dengan air bersih dan sabun, dan keringkan dengan kain lap yang bersih atau sekali pakai
– Rebus air bersih sampai air mendidih
– Baca petunjuk pada kemasan untuk mengetahui berapa banyak air dan susu bubuk yang perlu dicampurkan. Tuang air bersuhu 70° (air mendidih yang dibiarkan kurang lebih 15-30 menit akan bersuhu 70°) dalam jumlah yang tepat sesuai intruksi ke dalam botol yang bersih dan telah disterilisasi (direbus).
– Tuangkan susu formula bubuk sesuai jumlah yang diinstruksikan pada kemasan
– Campur hingga merata dengan cara mengocok botol
– Segera dinginkan dengan mengalirkan air kran ke sisi luar botol atau diletakkan pada tempat bersuhu dingin atau direndam dalam air dingin. Pastikan air tersebut tidak mengontaminasi isi botol.
– Periksa suhu susu formula yang telah dicampur dengan cara meneteskan sedikit susu formula tersebut ke pergelangan tangan bagian dalam. Pastikan susu terasa hangat suam-suam kuku. Bila masih panas, dinginkan lagi.
– Berikan susu formula pada bayi
– Buang semua susu formula yang tidak habis lebih dari 2 jam setelah dibuat. 7
Bahaya susu formula bayi meliputi:
– Pencampuran susu formula yang tidak tepat
– Susu formula harus dicampur sesuai petunjuk. Beberapa orang tua membuat kesalahan dalam mencampur karena salah membaca atau tidak mengerti bahasa petunjuk
– Beberapa orang tua menambahkan air secara berlebihan pada susu formula
bubuk, yang dapat menimbulkan malnutrisi, atau kurang menambahkan air pada susu formula cair terkonsentrasi yang dapat menyebabkan dehidrasi atau masalah
ginjal.
– Kontaminasi
. Produsen susu formula mengklaim bahwa mereka memiliki pengawasan kualitas dan keamanan produk yang paling ketat di industri makanan, tetapi beberapa tahun yang lalu pernah ditemukan beberapa kasus wabah dan kematian (umumnya bayi-bayi prematur atau mereka dengan gangguan kekebalan tubuh) yang disebabkan bakteri E.sakazakii yang berasal dari susu formula bubuk.

Penyakit Berdasarkan data statistik, bayi yang diberi susu formula lebih mudah terkena common
cold, infeksi telinga, alergi susu sapi, diare, infeksi saluran kemih, dan meningitis. bakterial.

MP-ASI

Pemberian MP-ASI diartikan sebagai proses yang dimulai ketika ASI tidak lagi mencukup kebutuhan zat gizi bayi sehingga diperlukan makanan dan cairan tambahan selain ASI. Pemberian MP-ASI terutama ditujukan kepada bayi dan anak berusia 6-23 bulan, meskipun ASI dapat diteruskan di atas usia 2 tahun.

Pada usia sekitar 6 bulan, sebagian besar bayi telah siap menerima makanan selain ASI. Selama periode pemberian MP-ASI, anak-anak memiliki risiko tinggi mengalami gizi kurang/buruk. Kualitas MP-ASI seringkali kurang memadai, diberikan terlalu dini atau terlambat, terlalu sedikit atau kurang serta sering mempunyai nilai gizi yang rendah dengan dominan karbohidrat (bulky). MP-ASI buatan sendiri seringkali kurang mengandung zat gizi tertentu seperti zat besi, seng maupun vitamin B6. MP-ASI buatan pabrik dibuat mengikuti Codex Alimentarius atau di Indonesia sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga dapat memenuhi kebutuhan zat gizi bayi. Pengaturan pemberian ASI dan MP-ASI sangat diperlukan supaya menyusui tetap berkesinambungan karena peningkatan frekuensi dan jumlah MP-ASI dapat mengakibatkan berkurangnya asupan energi maupun zat gizi dari ASI/susu formula yang berakibat pada penurunan intake energi total.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s