Tips dan Cara Perawatan Higiena Kebersihan Bayi

image

Tips dan Cara Menjaga Higiena Kebersihan Bayi

1. Cara mengganti popok bayi. Bagian ini tidak terlalu sulit. Jika popok bayi Anda terisi, gantilah! Jika popok bayi Anda basah, gantilah! Popok yang kotor akan bau, jadi tidaklah sulit untuk mengetahui kapan harus mengganti. Popok yang basah dapat sedikit menantang. Siapkan penanda waktu dan pastikan untuk mengecek popok setiap dua jam. Jika Anda mengetahui popoknya basah sebelum dua jam, gantilah juga.Bayi tidak boleh dibiarkan dengan popok yang kotor untuk waktu yang terlalu lama, karena hal ini dapat menyebabkan masalah penyakit yang luas. Ditambah, sangat tidak bersih bagi Anda! Popok yang terlalu penuh dapat bocor dan Anda tentunya tidak ingin mengotori karpet Anda.

2. Cara mengganti popok bayi. Mengganti popok sangatlah sederhana tetapi jika dilakukan dengan salah dapat menyebabkan berbagai masalah. Bocor, kesesakan, dan terjepit dapat disebabkan oleh pemasangan popok yang kurang tepat. Ikuti beberapa langkah sederhana ini agar bayi Anda tetap bersih dan bahagia.Taruh bayi Anda di ruang ganti, rebahkan punggung mereka. Jangan meninggalkan mereka tanpa dijaga dan usahakan agar satu tangan Anda menahan mereka untuk mencegah mereka berguling.Buka popok yang kotor namun jangan membuka semuanya.Bersihkan bayi Anda secara menyeluruh dengan tisu basah yang sesuai. Lakukan hal ini seperti halnya Anda membersihkan diri Anda.Taruh tisu yang kotor di popok lalu, angkat bagian bawah badan bayi melalui pergelangan kaki mereka, tarik keluar popok. Gulung dan buang.Ambil popok yang baru, buka seluruhnya, lalu masukkan ke posisi. Pastikan menghadap ke arah yang benar.Tutup popok dan periksa keelastisan di sekitar kaki sudah pas dan tidak terlalu kencang atau menjepit bayi Anda.

3. Mencegah ruam popok. Ruam popok adalah iritasi kulit yang umum yang disebabkan ketika kulit bayi tidak dapat kering, terosok terlalu keras dengan popok, atau ketika bayi Anda memiliki masalah kesehatan lainnya. Ini sering merupakan hasil dari tidak sering diganti atau menggunakan popok yang terlalu kecil, meskipun mudah untuk terkena ruam popok dan Anda tidak perlu merasa cemas jika bayi Anda mengalaminya. Cegah ruam popok dengan krim yang tepat atau bedak ketika mengganti popok bayi Anda dan ganti popok mereka segera setelah ada kotoran.Pastikan popok dan pakaian bayi Anda cocok, perhatikan makanan dan perubahan produk yang digunakan (karena bayi Anda mungkin saja memiliki alergi), dan sadari bahwa antibiotik dapat menyebabkan bayi Anda rentan terhadap ruam popok. Cari bantuan bila ruam tidak sembuh dalam beberapa hari.

4. Mandikan bayi. Bayi tidak berkeringat seperti orang dewasa jadi tidak perlu dimandikan terlalu sering. Mandikan mereka sekali seminggu atau setelah popok mereka sangat kotor. Gunakan produk yang berlabel untuk bayi dan mandikan mereka di wastafel atau tempat mandi bayi. Jangan pernah meninggalkan mereka tanpa penjagaan ketika mereka berada di dalam air. Mandikan bayi anda dengan spon sampai tali pusar mereka putus dan luka khitan mereka sembuh.

5. Jangan lupa untuk menyikat “gigi”.Bayi mungkin tidak memiliki gigi, tetapi setelah mereka berusia beberapa bulan Anda ingin menyikat gigi mereka. Hal ini akan menstimulasi gusi mereka dan membantu pertumbuhan gigi mereka.. Dapatkan sikat gigi bayi, biasanya terbuat dari karet, gosokkan perlahan gusi mereka sekali setiap beberapa hari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s