Bayi Dilahirkan Ibu dengan Infeksi Toxoplasmosis

image

Bayi Dilahirkan Ibu dengan Infeksi Toxoplasmosis

Angka kejadian Toksoplasmosis Kongenital di Amerika serikat berkisar dari 1/1000 sampai 1/8000 kelahiran hidup. Penularan infeksi dari ibu ke bayi dapat secara parenteral atau secara pervaginam. Jika infeksi didapat dari ibu pada trimester pertama, sekitar 17% janin terinfeksi dan biasanya berat. Jika infeksi didapat pada trimester ketiga, sekitar 65% janin terinfeksi dan keterlibatannya ringan atau asimptomatik pada saat lahir. Hal yang
bisa terjadi bila bayi terinfeksi secara kongenital antara lain prematuritas (25-50%), parut retina perifer, ikterus menetap, trombositopenia ringan, pleositosis cairan serebrospinal, trias tanda-tanda klasik (korioretinitis, hidrosefalus, dan kalsifikasi otak), eritroblastosis, hidrops fetalis, dan kematian perinatal. Sekitar lebih dari 80% toxoplasmosis kongenital yang tidak diobati dapat menyebabkan IQ anak <70% pada 1 tahun usia kehidupannya, dapat juga menimbulkan kejang dan gangguan penglihatan yang berat

Manfestasi Klinis

Umumnya gejala pada toxoplasmosis kongenital mulai timbul pada usia 3 bulan ke atas.

* Neurologis: mikrosefali, bertambahnya lingkar kepala tidak sebanding dengan parameter pertumbuhan yang lain, kejang opistotonus, paralisis, sulit menelan, gangguan pernapasan, tuli, retardasi pertumbuhan intrauterin, ketidakstabilan pengaturan suhu, ensefalitis dan hidrosefalus obstruktif.

* Oftalmologis: yang paling sering korioretinitis yang menyebabkan gangguan penglihatan dan biasanya baru timbul pada usia beberapa tahun kehidupan. Selain itu ditemukan strabismus, nistagmus, katarak, mikrkornea, retinitis fokal nekrotising,
skar korioretinal, ptisis(destruksi bola mata), atrofi optik, retinal detachment, iritis, skleritis, uveitis, dan vitreitis. Penderita juga dapat menderita retinopathy of prematurity dan korioretinitis sekaligus.

* Gejala lain yang ditemukan antara lain: hepatosplenomegali, hiperbilirubinemia persisten, trombositopenia, limfadenopathy, anemia, hipogamaglobulinemia, sindrom. nefrotik.

Gejala dan tanda 210 bayi yang terbukti mengalami infeksi toxoplasmosis kongenital.Penemuan Jumlah yang diuji Jumlah positif(%)

Prematuritas 210
Berat badan <2,500 g 8 (3.8)
Berat badan 2,500–3,000 g 5 (7.1)
Pertumbuhan janin terhambat 13 (6.2)
Ikterus 201 20 (10)
Hepatosplenomegali 210 9 (4.2)
Thrombocitopenia purpura 210 3 (1.4)
Jumlah sel darah abnormal (anemia, eosinophilia) 102 9 (4.4)
Mikrocephali 210 11 (5.2)
Hidrocefalus 210 8 (3.8)
Hipotonia 210 12 (5.7)
Konvulsi 210 8 (3.8)
Retardasi psikomotor 210 11 (5.2)
Kalsifikasi intrakranial 210 24 (11.4)
Ultrasound 49 5 (10)
Computed tomography 13 11 (84)
Electroencephalogram abnormal 191 16 (8.3)
Likuor serebrospinal abnormal 163 56 (34.2)
Mikrophthalmia 210 6 (2.8)
Strabismus 210 111 (5.2)
Korioretinitis 210
Unilateral 34 (16.1)
Bilateral 12 (5.7)

Data diambil dari  Couvreur J, Desmonts G, Tournier G, et al:A homogeneous series of 210 cases
of congenital toxoplasmosis in 0–11 mo old infants detected prospectively. Ann Pediatr (Paris)
1984;31:815–819.

Pemeriksaan laboratorium Penderita toksoplasmosis kongenital

* Pemeriksaan Serologis
– Tes Sabin Feldman (IgG)
– Indirect Fluorescent Antibody (IFA IgG, IgM) sensitifitas 25-50%
– Double Sandwich Enzyme Immusorbant Assay (ELISA) (IgM, IgA, IgE).
– Immunosorbant Agglutination Assay (ISAGA) (IgM, IgA, IgE) sensitifitas sekitar 75-
80%.

Pemeriksaan PCR. Pemeriksaan PCR dapat mendeteksi T.gondii pada buffy coat darah tepi, cairan serebrospinal atau cairan amnion untuk mennentukan banyaknya DNA parasit yang muncul di awal kehamilan. Sensitifitas PCR pada kehamilan 17-21 minggu (>90%)

Pemeriksaan Laboratorium
– Leukositosis/leukopeni. Awalnya limfositopenia atau monositosis. Eosinofilia
(>30%), trombositopenia.
– Fungsi hati
– Serum Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD) sebelum pemberian sulfadiazin Urinalisis dan kreatinin

* Pemeriksaan Cairan serebrospinal. pemwriksaan cairan serwbrospinal: xantokrom, mononuklear pleositosis, protein meningkat. PCR lebih baik dalam mendeteksi parasit pada cairan serebrospinal.

Pemeriksaan CT Scan. Dapat mendeteksi adanya kalsifikasi di periventrikel dan basal ganglia,, hidrosefalus yang mungkin terjadi pada minggu pertama kehidupan, dan atau adanya atrofi korteks.

Pemeriksaan patologi. Pemeriksaan Histologis: Ditemukannya takizoit atau kista di jaringan atau cairan tubuh.

Penanganan

Sekitar 90% ibu terinfeksi selama kehamilan dilaporkan tidak menimbulkan gejala dan tidak terdiagnosis tanpa skrining antibodi.

* Terapi untuk mencegah terjadinya kerusakan otak dan kelainan retina dalam uterus yang ireversibel.
– Spiramisin diberikan pada kehamilan 18 minggu. Jika infeksi fetus terjadi pada kehamilan 17 minggu cukup diberikan sulfadiazin saja sampai setelah trimester pertama, oleh karena pirimetamin mempengaruhi
organogensis. Setelah pengobatan diberikan pada ibu, diagnosis pada bayi menjadi sulit karena klinis dan serologis menjadi samar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s