15 Cara Meningkatkan Kecerdasan dan Kemampuan Otak Bayi

image

15 Cara Meningkatkan Kecerdasan dan Kemampuan Otak Bayi

Bayi adalah salah satu mahluk pembelajar yang paling sempurna di alam semesta ini. Dengan sedikit pemahaman saja, otak seorang bayi dapat dirangsang dan diisi dengan materi pembelajaran. Mulai mengembangkan otak bayi sedini mungkin dapat menghasilkan kemajuan mental yang pesat pada tahun-tahun usia selanjutnya.

1. Pahamilah bahwa bayi memang diciptakan secara alamiah sebagai pembelajar. Setiap aktivitas sehari-hari seperti makan, berganti popok, bermain, bernyanyi, berjalan-jalan dengan kereta bayi, bahkan saat diserbu ciuman oleh kakek dan nenek, semuanya merupakan pembelajaran baginya. Anda tidak perlu melakukan aktivitas yang dirancang khusus atau berfokus untuk membantunya belajar agar bayi terangsang untuk belajar.

2. Rawatlah bayi Anda baik-baik. Agar dapat bertumbuh dengan optimal, bayi membutuhkan perut yang kenyang, popok yang bersih, lingkungan yang nyaman, dan kasih sayang.

3. Ajak bayi Anda mengobrol. Tunjukkan adegan-adegan aktivitas Anda sehari-hari (membuat teh, mengganti popok, memeriksa isi kotak surat, dsb). Mengobrollah dengan bayi Anda, karena obrolan memang secara khusus akan merangsang perkembangan bayi. Anda dapat juga membacakan buku cerita kepada bayi Anda.

4. Bernyanyilah untuk bayi Anda.Nyanyikan lagu-lagu anak, lagu-lagu iklan yang riang dari televisi, atau lagu-lagu kesukaan Anda.

5. Bermainlah dengan bayi Anda.Permainan klasik seperti “Cilukba”, mencium perut bayi, menggelindingkan bola maju dan mundur, adalah aktivitas-aktivitas bayi yang sangat baik. Anda dapat juga menari sambil mengendong bayi Anda.

6. Berjalan-jalanlah. Berjalan-jalan dengan kereta bayi dapat sangat merangsang otak bayi, apalagi jika Anda membawa si bayi mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah dilihatnya, seperti kantor pos, toko roti, taman, dll.

7. Lakukan peregangan dan pemijatan. Bayi sangat suka menggerakkan tubuhnya. Pelajari pijat bayi dan yoga bayi, yang dapat membantu menenangkan, menyegarkan, dan merangsang sistem tubuh bayi. Namun sebenarnya, menggerakkan si bayi sesuai gerakan yang disukainya saja (misalnya, bertepuk tangan, berayun-ayun maju dan mundur, dan merentangkan lengan) sudah merupakan latihan yang sangat baik. Selain itu, memijat tubuh bayi dengan lembut dengan minyak khusus bayi (baby oil) bermanfaat bagi perkembangan geraknya.

8. Siapkan area khusus untuk bermain dan beraktivitas secara fisik. Ini biasanya menjadi aktivitas kesukaan bayi sejak usia baru lahir hingga kira-kira 12 bulan. Umumnya, area ini berbentuk karpet atau alas yang lembut dan berlapis bahan yang empuk dan nyaman, dengan pembatas yang memagari sekelilingnya dan area tengah yang dikhususkan untuk aktivitas si bayi. Anda dapat memasang berbagai mainan gantung untuk bayi-bayi yang masih kecil belajar menggenggam. Benda-benda yang ada di area khusus ini biasanya adalah benda-benda yang berbunyi, lembut, dan mudah diremas, agar si bayi belajar menyentuh, meremas, dan meraba. Benda-benda lain dapat juga merupakan benda yang memiliki lampu terang yang berkedip-kedip atau lonceng atau bunyi-bunyi lainnya yang lucu maupun membunyikan lagu-lagu. Ada pula benda-benda yang memiliki kedua ciri ini sekaligus.

9. Amati sekeliling Anda. Bayi terkagum-kagum dengan hal-hal yang tampak biasa bagi orang dewasa, misalnya mobil yang bergerak mendekati rumah sehingga tampak membesar, akuarium, pohon yang tertiup oleh angin, pakaian yang berputar-putar di dalam mesin cuci, dsb.

10. Pilih mainan yang tepat untuk usia bayi Anda. Pastikan bahwa mainan yang Anda pilih tepat untuk bayi Anda. Bayi berusia 4 bulan mungkin sangat takjub dengan cermin, tetapi bayi berusia 6 hari belum mampu melihatnya secara jelas, dan bayi berusia 12 bulan bisa jadi merasa bosan dengan benda ini. Biasanya, mainan edukatif memiliki saran rentang usia bayi yang tepat pada lembar panduan atau pada kemasannya. Anda juga harus memastikan bahwa mainan ini aman, tepat, serta bersih.

11. Ulangi segala sesuatu yang Anda ajarkan kepada bayi. Semakin banyak Anda mengulangi berbagai hal, seperti menunjukkan cara meremas bola, semakin cepat pula saraf di otaknya terbentuk. Maka secara alamiah, semakin banyak interaksi positif yang Anda lakukan dengan si bayi atau batita, semakin baik pula Anda membantu mengembangkan otaknya yang masih berusia dini itu. Rangsangan otak ini akan menghasilkan sambungan-sambungan baru yang membentuk jalur saraf sekaligus memperkuat sambungan saraf yang sudah ada sebelumnya. Tetapi, berhentilah jika si bayi menunjukkan tanda-tanda bosan.

12

Bersenang-senanglah dengan bayi Anda. Secara umum, apa pun yang si bayi pikirkan, itu rangsangan dan pembelajaran yang baik bagi otaknya. Jangan terlalu mengkhawatirkan apakah si bayi belajar dengan efektif atau tidak. Sejauh dia senang dan menikmatinya, dia sedang belajar sesuatu yang penting.

13. Ketahui saatnya untuk berhenti.Jika si bayi mulai rewel, menangis, atau menunjukkan tanda-tanda bosan, Anda harus berhenti. Rangsangan yang berlebihan, kelelahan, atau kebutuhan tubuh si bayi pasti akan memengaruhi proses pembelajaran. Jika bayi Anda tidak menikmatinya, ini waktunya Anda beralih kepada hal-hal lain.

14. Ajarkan bahasa lain kepada bayi. Penguasaan bahasa kedua (bahasa lain selain bahasa ibu) akan menjadi keuntungan tersendiri bagi kehidupannya, dan waktu terbaik untuk mulai mempelajari bahasa kedua adalah pada usia 0-3 tahun, karena pada usia ini bayi/anak cenderung lebih mudah memahami dan mengeluarkan bunyi-bunyi yang berbeda.

15. Tips Pilihan untuk Otak Bayi. Bayi secara alamiah tertarik pada benda-benda yang berwarna mencolok, bermotif tegas, mengilap, atau mengeluarkan bunyi-bunyian lembut seperti berderak atau gemeretak.Pilihlah mainan yang bersifat interaktif karena bayi membutuhkan interaksi untuk belajar merespons. Jangan pilih mainan yang mengeluarkan bunyi lagu yang menyenangkan, tetapi tidak membutuhkan respons si bayi.Belilah rekaman pelajaran bahasa isyarat untuk anak. Putar di televisi dan ajaklah bayi Anda menontonnya. Buatlah kata-kata dengan bahasa isyarat bagi bayi Anda. Memang si bayi belum bisa mengikuti gerakan Anda, tetapi setelah kira-kira sebulan, dia akan ingat dan memahaminya. Lakukan hal ini setiap hari, sambil menggendong si bayi dan bermain-main dengan bahasa isyarat. Cara ini telah terbukti ampuh!Pilih mainan bayi yang memiliki keterangan usia sedikit melebihi usia bayi Anda.

Waspadai. Tersedak adalah bahaya serius yang dapat terjadi saat bayi bermain. Jika suatu benda berukuran lebih kecil daripada selongsong tisu WC, benda itu tidak aman untuk bayi. Pastikan bahwa setiap mainan memang dirancang khusus untuk bayi, tidak memiliki bagian yang kecil dan dapat terlepas, berada dalam kondisi baik, serta bukan merupakan hasil cacat produksi.Hindari video, DVD, atau acara televisi “khusus untuk bayi”. Semua acara ini bukan merupakan pendorong pembelajaran yang sehat bagi bayi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s