Bayi Dilahirkan Dengan Ibu Hepatitis B

image

Bayi Dilahirkan Ibu dengan infeksi Hepatitis Virus B (HBV)

Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita Hepatitis B biasanya asimptomatis, jarang yang disertai gejala sakit. Transmisi virus hepatitis B (HB) dari ibu penderita terjadi pada saat lahir karena paparan darah ibu. Bila ibu terbukti menderita hepatitis akut pada kehamilan trimester pertama dan kedua, risiko penularan pada bayinya kecil karena antigen dalam darah sudah negatif pada kehamilan cukup bulan dan antiHBs sudah muncul. Bila ibu terinfeksi virus HB pada kehamilan trimester akhir, kemungkinan bayi akan tertular adalah 50-70%. Penularan yang lain dapat terjadi melalui fekal oral (sangat jarang) dan ASI. Akan tetapi risiko tersebut dapat minimal apabila bayi diberikan HBIG dan vaksin hepatitis B

Manifestasi Klinis

– Banyak kasus infeksi hepatitis B tidak bergejala.
– Gejala yang timbul serupa dengan infeksi hepatitis A dan C tetapi mungkin lebih
berat dan lebih mencakup keterlibatan kulit dan sendi.
– Gejala letargi, anoreksia dan malaise
– Gejala lain berupa artralgia atau lesi kulit berupa urtikaria, ruam purpura,
makulopapular, akrodermatitis papular, sindrom Gianotti-Crosti

Tanda Hepatitis B

– Ikterus timbul setelah 6-8 minggu
– Hepatosplenomegali
– Limfadenopati

Pemeriksaan laboratorium

– Bukti klinis pertama infeksi HBV adalah kenaikan serum ALT, yang mulai naik sebelum timbul gejala, sekitar 6-7 minggu sesudah pemajanan.
– Periksa kadar HBsAg dan IgM anti-HBc. Kadar antigen akan terdeteksi dalam darah bayi pada usia 6 bulan, dengan kadar puncak pada usia 3-4 bulan. Jangan ambil darah umbilikal karena (1) terkontaminasi dengan darah ibu yang mengandung antigen positif atau sekresi vagina, (2) adanya kemungkinan antigen noninfeksius dari darah ibu.

Penanganan

Ibu yang menderita hepatitis akut selama hamil atau HBsAg positif dapat menularkan hepatitis B pada bayinya, untuk itu diperlukan pencegahan dengan:
* Berikan dosis awal vaksin hepatitis B 0,5 mL IM dalam 12 jam setelah lahir dilanjutkan dosis ke-2 dan ke-3 pada usia 1 dan 6 bulan.
* Bila tersedia, berikan imunoglobulin hepatitis B (HBIG) 200 IU
* (0,5 mL) IM disuntikkan pada paha sisi yang lainnya, dalam waktu 24 jam setelah lahir (paling lambat 48 jam setelah lahir).
* Yakinkan ibu untuk tetap menyusui bayinya.
Apabila bayi menderita hepatitis B kongenital dapat diberikan lamivudin, tenofovir, atau adefovir, atau etanercept sesuai dengan petunjuk ahli penyakit infeksi.

Pemantauan

Pada bayi yang dilahirkan dari ibu penderita hepatitis B dan tidak mendapatkan penanganan yang adekuat perlu dilakukan pemeriksaan:
– HBsAg pada 1-2 bulan setelah lahir; bila positif perlu penanganan lebih lanjut, rujuk ke subbagian hepatologi.
– Anti HBs untuk melihat tingkat kekebalan bayi; bila positif bayi telah mendapat kekebalan dan terlindung dari infeksi.

Pencegahan

Tindakan pencegahan terhadap kejadian infeksi HB neonatal adalah dengan memberikan imunoprofilaksis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s