Bayi Dilahirkan Dari Ibu Diabetes Melitus

image

Bayi lahir dari Ibu Penderita DM
Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita DM berisiko mengalami masalah pada saat lahir berupa gangguan maturitas paru, berat lahir besar untuk masa kehamilan (BMK) atau makrosomia, atau bila disertai dengan penyakit vaskular akan mengalami berat lahir
kecil untuk masa kehamilan (KMK). Masalah yang paling sulit terjadi pada bayi yang lahir dari ibu dengan gangguan ginjal, jantung, atau mata.

Manifestasi Klinis

Pengamatan pada IDM (infants of diabetic mothers) di ruang resusitasi:
– Asfiksia
– Trauma lahir
– Malformasi kongenital
– Bukti adanya makrosomia
– Hipoglikemia dengan tanda letargi, tak mau minum, apnea atau kejang dalam 6-12 jam setelah lahir. Kejang yang timbul setelah usia 12 jam kemungkinan diakibatkan oleh hipokalsemia atau hipomagnesemia.
– Distres respirasi akibat imaturitas paru

Pemeriksaan laboratorium
– Kadar glukosa serum dengan dextrotix segera setelah lahir dan selanjutnya sesuai prosedur pemeriksaan kadar glukosa darah. Bila kadarnya 40 mg/dL, harus dilakukan pemeriksaan ulang kadar glukosa serum.

Kadar kalsium serum diperiksa pada usia 6, 24 dan 48 jam. Bila kadar rendah, periksa juga kadar magnesium karena kemungkinan menurun.
– Hemoglobin/hematokrit diperiksa pada usia 4 dan 24 jam.
– Kadar bilirubin serum diperiksa bila ada indikasi, secara klinis terdapat tanda ikterus.
– Pemeriksaan laboratorium lain seperti analisa gas darah, hitung jenis leukosit, dan
kultur diperiksa sesuai indikasi.
– Radiologi, EKG, ekokardografi sesuai indikasi klinis.

Penanganan

Bayi lahir dari ibu penderita diabetes mellitus, berisiko untuk mengalami hipoglikemia pada 3 hari pertama setelah lahir, walaupun bayi sudah dapat minum dengan baik.
– Anjurkan ibu untuk menyusui secara dini dan lebih sering, paling tidak 8 kali sehari siang dan malam.
– Bila bayi berusia kurang dari 3 hari, amati sampai usia 3 hari:

Periksa kadar glukosa pada:

– saat bayi datang atau pada usia 3 jam
– tiga jam setelah pemeriksaan pertama, kemudian ulangi tiap 6 jam selama 24
jam atau sampai kadar glukosa dalam batas normal setelah 2 kali pemeriksaan berturut-turut.
– Bila kadar glukosa ≤45 mg/dL atau bayi menunjukkan tanda hipoglikemia (tremor atau letargi), tangani untuk hipoglikemia (lihat SPM hipoglikemia).
– Bila dalam pengamatan tidak ada tanda hipoglikemia atau masalah lain dan bayi dapat minum dengan baik, pulangkan bayi pada hari ke3.

Pencegahan

Pencegahan komplikasi yang berat pada janin maupun bayi pada masa neonatal dilakukan
dengan penanganan pada ibu selama hamil berupa:
– Edukasi ibu untuk melakukan kontrol rutin dan di bawah pengawasan ketat seorang
dokter
– Mengontrol kadar gula dengan terapi diet, bila tidak berhasil dengan insulin
– Memperhatikan kontraindikasi permberian obat antidiabetik oral
– Pemeriksaan pada trimester pertama, kedua, dan ketiga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s