Kenali 8 Refleks Normal Pada Bayi Baru Lahir

image

Kenali 8 Refleks Normal Pada Bayi Baru Lahir

1. Refleks rooting dan menghisap. Bayi baru lahir menolehkan kepala kearah stimulus, membuka mulut dan mulai menghisap bila pipi, bibir atau sudut mulut disentuh dengan jari atau puting. 

2. Refleks menelan. Bayi baru lahir menelan berkoordinasi dengan menghisap bila cairan ditaruh di belakang lidah. 

3. Refleks ekstruksi. Bayi baru lahir menjulurkan lidah ke luar bila ujung lidah disentuh dengan jari atau puting.

4. Refleks tonik leher. Ekstremitas pada satu sisi dimana kepala ditolehkan akan ekstensi dan ekstremitas yang berlawanan akan fleksi bila kepala bayi ditolehkan ke satu sisi selagi istirahat. Respon ini dapat tidak ada atau tidak lengkap segera setelah lahir.

5. Refleks palmar grasp. Jari bayi akan melekuk disekeliling benda dan menggenggamnya seketika bila jari diletakkan di telapak tangan bayi.

6. Refleks plantar grasp. Jari-jari kaki bayi akan melekuk ke bawah bila jari diletakkan di dasar jari-jari kakinya. 

7. Refleks babinski. Jari-jari kaki akan hiperekstensi dan terpisah seperti kipas dari dorsifleksi ibu jari kaki bila satu sisi kaki digosok dari tumit ke atas melintasi bantalan kaki.

8. Refleks moro. Ekstensi simetris bilateral dan abduksi seluruh ekstremitas dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf ‘c’ diikuti dengan abduksi ekstremitas dan kembali ke fleksi relaks jika posisi bayi berubah tiba-tiba atau bayi diletakkan telentang pada permukaan yang datar. (Syaifudin, 2006: 202)
b. Penatalaksanaan 
1) Pencegahan Kehilangan Panas 
Mekanisme pengaturan temperatur tubuh pada bayi baru lahir, belum berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermi. Bayi dengan hipotermia, sangat beresiko tinggi untuk mengalami resiko berat atau bahkan kematian. Hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walaupun berada di dalam ruangan yang relatif hangat. 
2) Merawat Tali Pusat
a) Jangan membungkus tali pusat atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke tali pusat.
b) Mengoleskan alcohol atau betadine (terutama jika pemotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkenankan tapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah/lembab.
c) Berikan nasehat pada ibu dan keluarga :
(1) Lihat popok di bawah ujung tali pusat.
(2) Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan (hati-hati) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih.
(3) Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pangkal tali pusat menjadi merah, bernanah atau berdarah atau berbau segera rujuk bayi ke fasilitas yang dilengkapi perawatan untuk bayi baru lahir. (Winkjosastro, 2006: 38)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s