Indikasi atau Alasan Medis Dilakukan Operasi Caesar

image

Indikasi atau Alasan Medis Dilakukan Operasi Caesar

Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Sectio caesarea adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi).

Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut.Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.

Operasi Seksio Sesaria ( sectio caesarea ) adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin ( persalinan buatan ), melalui insisi pada dinding abdomen dan uterus bagian depan sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat.

Biasanya dilakukan jika ada gangguan pada salah satu dari tiga faktor yang terlibat dalam proses persalinan yang menyebabkan persalinan tidak dapat berjalan lancar dan bila dibiarkan maka dapat terjadi komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. 3 faktor tersebut adalah jalan lahir (passage), janin (passanger) dan Kekuatan yang ada pada ibu (power)

Indikasi atau Alasan Medis Dilakukan Operasi Caesar

1. Bayi terlalu besar. Berat bayi 4000 gram atau lebih (giant baby), menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir. Dengan perkiraan berat yang sama tetapi pada ibu yang berbeda maka tindakan persalinan yang dilakukan juga berbeda. Misalnya untuk ibu yang mempunyai panggul terlalu sempit, berat janin 3000 gram sudah dianggap besar karena bayi tidak dapat melewati jalan lahir. Selain janin yang besar, berat janin kurang dari 2,5 kg, lahir prematur, dan dismatur, atau pertumbuhan janin terlambat , juga menjadi pertimbangan dilakukan seksiocaesarea.

2. Letak sungsang. Resiko bayi lahir sungsang dengan presentasi bokong pada persalinan alami diperkirakan 4x lebih besar dibandingkan keadaan normal. Pada bayi aterm, tahapan moulage kepala sangat penting agar kepala berhasil lewat jalan lahir. Pada keadaan ini persalinan pervaginam kurang menguntungkan. Karena ; pertama, persalinan terlambat beberapa menit, akibat penurunan kepala menyesuaikan dengan panggul ibu, padahal hipoksia dan asidosis bertambah berat. Kedua, persalinan yang dipacu dapat menyebabkan trauma karena penekanan, traksi ataupun kedua-duanya. Misalnya trauma otak, syaraf, tulang belakang, tulang rangka dan viseral abdomen.

3. Letak lintang. Kelainan letak ini dapat disebabkan karena adanya tumor dijalan lahir, panggul sempit, kelainan dinding rahim, kelainan bentuk rahim, plesenta previa, cairan ketuban pecah banyak, kehamilan kembar dan ukuran janin. Keadaan tersebut menyebabkan keluarnya bayi terhenti dan macet dengan presentasi tubuh janin di dalam rahim. Bila dibiarkan terlalu lama, mengakibatkan janin kekurangan oksigen dan meyebabkan kerusakan otak janin.

4. Gawat janin. Diagnosa gawat janin berdasarkan pada keadaan kekurangan oksigen (hipoksia) yang diketahui dari DJJ yang abnormal, dan adanya mekonium dalam air ketuban. Normalnya, air ketuban pada bayi cukup bulan berwarna putih agak keruh, seperti air cucian beras. Jika tindakan seksio caesarea tidak dilakukan, dikhawatirkan akan terjadi kerusakan neurologis akibat keadaan asidosis yang progresif.

5.Janin abnormal. Misalnya pada keadaan hidrosefalus, kerusakan Rh dan kerusakan genetik.

6.Plasenta previa. Posisi plasenta terletak di bawah rahim dan menutupi sebahgian dan atau seluruh jalan lahir. Dalam keadaan ini, plasenta mungkin lahit lebih dahulu dari janin. Hal ni menyebabkan janin kekurangan O2 dan nutrisi yang biasanya diperoleh lewat plasenta. Bila tidak dilakukan SC, dikhawatirkan terjadi perdarahan pada tempat implantasi plasenta sehingga serviks dan SBR menjadi tipis dan mudah robek.

7. Solusio plasenta. Keadaan dimana plasenta lepas lebih cepat dari korpus uteri sebelum janin lahir. SC dilakukan untuk mencegah kekurangan oksigen atau keracunan air ketuban pada janin. Terlepasnya plasenta ditandai dengan perdarahan yang banyak, baik pervaginam maupun yang menumpuk di dalam rahim.

image

8. Plasenta accreta. Merupakan keadaan menempelnya sisa plasenta di otot rahim. Jika sisa plasenta yang menempel sedikit, maka rahim tidak perlu diangkat, jika banyak perlu dilakukan pengangkatan rahim.

9. Yasa previa. Keadaan dimana adanya pembuluh darah dibawah rahim yang bila dilewati janin dapat menimbulkan perdarahan yang banyak.

10. Pelepasan tali pusat (tali pusat menumbung). Keadaan dimana tali pusat berada di depan atau di samping bagian terbawah janin, atau tali pusat telah berada dijalan lahir sebelum bayi, dan keadaan bertambah buruk bila tali pusat tertekan.

11. Terlilit tali pusat. Lilitan tali pusat ke tubuh janin akan berbahaya jika kondisi tali pusat terjepit atau terpelintir sehinggga aliran oksigen dan nutrisi ketubuh janin tidak lancar. Lilitan tali pusat mengganggu turunnya kepala janin yang sudah waktunya dilahirkan.

12. Bayi kembar. Kelahiran kembar mempunyai resiko terjadinya komplikasi yang lebih tinggi misalnya terjadi preeklamsia pada ibu hamil yang stress, cairan ketuban yang berlebihan.

13. Usia Ibu di atas 35 tahun. Ibu yang melahirkan untuk pertama kalinya diatas 35th, memiliki resiko melahirkan dengan seksiocaesarea karena pada usia tersebut ibu memiliki penyakit beresiko seperti hipertensi, jantung, DM, dan preeklamsia.

14. Cephalopevic disspiroprion. Ukuran panggul yang sempit dan tidak proporsional dengan ukuran janin menimbulkan kesulitan dalam persalinan pervaginam. Panggul sempit lebih sering pada wanita dengan tinggi badan kurang dari 145 cm. Kesempitan panggul dapat ditemukan pada satu bidang atau lebih, PAP dianggap sempit bila konjunctiva vera kurang dari 10 cm atau diameter transversal

15. Solusio plasenta, dan emboli air ketuban. Retensio plasenta atau plasenta rest, :g angguan pelepasan plasenta menimbulakan perdarahan dari tempat implantasi palsenta

16. Pernah melakukan operasi caesar pada periode kelahiran sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi rahim yang pecah jika tetap melakukan persalinan normal karena fisik rahim yang sudah pernah mengalami pembukaan dari dalam.

17. Pernah memiliki bekas trauma pada rahim seperti operasi pengangkatan jaringan pada rahim. Misalnya karena terjadi hamil anggur ataukehamilan ektopik.

18. Kehamilan dengan ciri ciri hamil anak kembar, akan lebih aman jika dilakukan kelahiran dengan operasi caesar.

19. Ukuran bayi yang sangat besar sehingga, jalan lahir atau vagina mungkin tidak akan bisa memuat kepala bayi atau bisa menyebabkan kerusakan dinding vagina.

20. Bayi yang akan Anda lahirkan ternyata memiliki posisi yang sungsang seperti perut, pantat atau kaki yang sudah masuk ke ruang panggul.

21. Ibu mengalami kelainan posisi plansenta seperti plasenta pervia yaitu plasenta yang berada di bagian rongga panggul sehingga bisa menyebabkan bayi dalam kondisi yang darurat.

22. Bayi yang akan dilahirkan mungkin mengalami kelainan atau cacat, yang tidak mungkin bisa melewati persalinan normal.

23. Leher rahim atau serviks Anda tidak membuka dengan sempurna sehingga, bayi tidak mungkin bisa turun melewati vagina sementara kontraksi sudah tidak mungkin terjadi dan ibu sudah kelelahan.

24. Kondisi detak jantung bayi melambat karena induksi, atau stress sehingga nyawanya dalam kondisi darurat.Leher bayi terlilit tali pusat sehingga bisa menyebabkan bayi Anda kurang oksigen dan resiko janin yang meninggal dalam kandungansangat tinggi.Pada penderita penyakit tertentu seperti HIV/AIDS yang bisa menyebabkan bayi terinfeksi virus dari cairan vagina saat persalinan normal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s