Pengelupasan kulit bayi baru lahir, Penyebab dan Perawatannya

Spread the love

Pengelupasan kulit bayi baru lahir, Penyebab dan Perawatannya

Memiliki bayi bisa menjadi saat yang sangat menyenangkan dalam hidup Anda. Karena fokus utama Anda adalah menjaga bayi Anda tetap aman dan sehat, Anda dapat mengkhawatirkan kesehatan bayi Anda.

Jika kulit bayi Anda tampak kering atau mulai mengelupas pada minggu-minggu setelah kelahiran, mengetahui penyebabnya dapat meredakan kekhawatiran Anda.

Mengapa kulit kering dan mengelupas terjadi?

  • Penampilan bayi yang baru lahir – termasuk kulitnya – dapat banyak berubah dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Rambut bayi Anda bisa berubah warna, dan coraknya bisa menjadi lebih terang atau lebih gelap.
  • Sebelum meninggalkan rumah sakit atau dalam beberapa hari setelah pulang, kulit bayi Anda yang baru lahir mungkin juga mulai mengelupas atau mengelupas. Ini sangat normal untuk bayi baru lahir. Peeling bisa terjadi pada bagian tubuh manapun, seperti tangan, telapak kaki, dan pergelangan kaki.
  • Bayi baru lahir yang lahir tercakup dalam berbagai cairan. Ini termasuk cairan ketuban, darah, dan vernix. Vernix adalah lapisan tebal yang melindungi kulit bayi dari cairan ketuban.
  • Seorang perawat akan membersihkan cairan dari bayi baru lahir segera setelah lahir. Setelah vernix hilang, bayi Anda akan mulai melepaskan lapisan luar kulitnya dalam satu hingga tiga minggu. Jumlah pengelupasan bervariasi, dan tergantung pada apakah bayi Anda lahir prematur, lahir tepat waktu, atau lewat waktu.
  • Semakin banyak vernix pada kulit bayi saat lahir, semakin sedikit mereka bisa mengelupas. Bayi prematur memiliki lebih banyak vernix, sehingga bayi yang baru lahir ini sering kali mengelupas lebih sedikit daripada bayi yang lahir pada atau setelah 40 minggu. Dalam kedua kasus, kekeringan dan pengelupasan setelah lahir adalah normal. Pengelupasan kulit akan hilang dengan sendirinya dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus.

Penyebab lain dari pengelupasan dan kekeringan

  • Eksim atau alergi kulit bayi Dalam beberapa kasus, kulit mengelupas dan kering disebabkan oleh kondisi kulit yang disebut eksim, atau dermatitis atopik. Eksim dapat menyebabkan bercak kering, merah, dan gatal pada kulit bayi Anda. Kondisi ini jarang terjadi pada periode segera setelah lahir, tetapi dapat berkembang di kemudian hari pada masa bayi. Penyebab pasti dari kondisi kulit ini tidak diketahui. Berbagai faktor dapat memicu flare-up, termasuk paparan iritan seperti sampo dan deterjen. Produk susu, produk kedelai, dan gandum juga dapat memicu atau memperburuk eksim pada beberapa orang. Jika bayi Anda menggunakan formula berbahan dasar kedelai, dokter Anda mungkin menyarankan untuk beralih ke formula non-kedelai. Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan krim pelembab khusus untuk eksim, seperti produk perawatan bayi Aveeno atau Cetaphil.
  • Ichthyosis Pengelupasan dan kekeringan juga bisa disebabkan oleh kondisi genetik yang disebut ichthyosis. Kondisi kulit ini menyebabkan kulit bersisik, gatal, dan kulit mengelupas. Dokter Anda mungkin mendiagnosis bayi Anda dengan kondisi ini berdasarkan riwayat kesehatan keluarga dan pemeriksaan fisik. Dokter bayi Anda mungkin juga mengambil sampel darah atau kulit. Tidak ada obat untuk ichthyosis, tetapi mengoleskan krim secara teratur dapat meredakan kekeringan dan memperbaiki kondisi kulit bayi Anda.
BACA  Perawatan Kulit Pada Bayi

Perawatan untuk kulit kering dan mengelupas

  • Meskipun pengelupasan kulit normal pada bayi baru lahir, Anda mungkin khawatir kulit bayi Anda pecah-pecah atau menjadi terlalu kering di area tertentu. Berikut beberapa strategi sederhana untuk melindungi kulit bayi Anda dan mengurangi kekeringan.
  • Kurangi waktu mandi Mandi lama dapat menghilangkan minyak alami dari kulit bayi baru lahir Anda. Jika Anda telah memandikan bayi Anda selama 20 atau 30 menit, kurangi waktu mandi menjadi 5 atau 10 menit.
  • Gunakan air suam-suam kuku sebagai pengganti air panas, dan gunakan hanya pembersih bebas pewangi dan bebas sabun. Sabun biasa dan mandi busa terlalu keras untuk kulit bayi baru lahir.
  • Oleskan pelembab Jika kulit bayi Anda tampak kering, Anda mungkin ingin mengoleskan pelembab hipoalergenik ke kulit bayi Anda dua kali sehari, termasuk setelah waktu mandi. Mengoleskan krim ke kulit segera setelah mandi membantu mengunci kelembapan. Ini dapat meredakan kekeringan dan menjaga kelembutan kulit bayi Anda. Memijat lembut kulit bayi baru lahir Anda dengan pelembab dapat mengendurkan kulit bersisik dan memudahkan pengelupasan.
  • Jaga agar bayi Anda tetap terhidrasi Menjaga bayi Anda tetap terhidrasi juga mengurangi kulit kering. Bayi tidak boleh minum air sampai mereka berusia sekitar 6 bulan, kecuali dokter Anda mengatakan sebaliknya.
  • Lindungi bayi Anda yang baru lahir dari udara dingin Pastikan kulit bayi Anda tidak terpapar dingin atau angin saat berada di luar ruangan. Letakkan kaus kaki atau sarung tangan di atas tangan dan kaki bayi Anda. Anda juga dapat meletakkan selimut di atas kursi mobil bayi Anda atau carrier untuk melindungi wajahnya dari angin dan udara dingin.
  • Hindari bahan kimia keras Karena kulit bayi baru lahir sensitif, penting juga untuk menghindari bahan kimia keras yang dapat mengiritasi kulit bayi Anda. Jangan gunakan parfum atau produk beraroma pada kulit bayi Anda. Daripada mencuci pakaian bayi Anda dengan deterjen biasa, pilihlah deterjen yang dirancang khusus untuk kulit sensitif bayi.
  • Gunakan humidifier Jika udara di rumah Anda terlalu kering, gunakan humidifier kabut dingin untuk meningkatkan kelembapan di rumah Anda. Humidifier membantu meredakan eksim dan kulit kering.
  • Tidak ada cara untuk mencegah kulit bayi baru lahir Anda mengelupas setelah lahir. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan lapisan luar kulit bervariasi dari bayi ke bayi. Menjaga kulit bayi Anda tetap terhidrasi membantu mengurangi bercak kering dan pecah-pecah.
  • Jika kulit kering dan pengelupasan tidak membaik dalam beberapa minggu atau memburuk, bicarakan dengan dokter Anda.
BACA  Perawatan Kulit Bayi Oleh Orang Tua yang Pertama Kali

 

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *