Dampak Jangka Panjang Sulit Makan Pada Bayi

Spread the love

 

ILUSTRASI KASUS

Ya, ampun, udah setahun ini anakku sulit sekali makan. Berbagai vitamin dan dokter anak dan ahli gizi dikunjungi tapi kok ngga ada perubahan, kenapa ya…? Dokter sih, sering bilang normal, ngga papa, selama anaknya aktif ngga papa, kok. Benarkah ngga papa ? Yang salah orangtuanya karena kurang telaten dan kurang sabarPengalaman ini sering dialami oleh para orangtua. Mungkin memang secara sepintas seperti tidak ada dalam masalah dalam kesehatan anak ini. Tapi sebenarnya hal ringan yang berlangsung lama ini, ternyata akan menimbulkan berbagai komplikasi yang cukup berbahaya. Benarkah tidak berbahaya ?

Pemberian makan yang buruk pada bayi digunakan untuk menggambarkan bayi dengan sedikit minat untuk menyusu. Ini juga dapat merujuk pada bayi yang tidak cukup makan untuk menerima nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang memadai. Pertumbuhan yang buruk terkait dengan kurangnya makan dapat menyebabkan kondisi terpisah yang disebut gagal tumbuh. Penanganan kesulitan makan pada bayi bukan dengan [emaksaan, pemberian vitamin jangka panjang tetapi mengenali dan mengatasi penyebabnya. Penyebab paling saering adalah hipersensitifitas saluran cerna atau alergi saluran cerna

Pemberian makan yang buruk disebabkan oleh berbagai kejadian. Berbeda dengan makan pilih-pilih, di mana bayi mungkin menolak satu bentuk susu dengan yang lain, atau balita mungkin menolak makanan tertentu. Tidak peduli apa penyebab sebenarnya dari pemberian makan yang buruk, kekurangan gizi adalah perhatian utama. Faktanya, Sumber Tepercaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 45 persen kematian anak terkait dengan kekurangan gizi.

Penting untuk tidak mengabaikan pemberian makan yang buruk sebagai sesuatu yang akan meningkat seiring waktu. Ini adalah titik kritis dalam kehidupan anak Anda, dan kehilangan nutrisi utama dapat menyebabkan masalah fisik dan kognitif.

GANGGUAN PERILAKU SERING MENYERTAI PENDERITA KESULITAN MAKAN

  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong atau diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang (head banging), membentur benturkan kepala. Waspadai anak mudah jatuh dari tempat tidur. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}, sering memanjat. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game,baca komik, belajar & mengerjakan sesuatu tidak bisa bertahan lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI BIASANYA ANAK TAMPAK CERDAS
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”).
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, SUKA MEMBANTAH
  • GANGGUAN SENSORIS, KOORDINASI DAN MOTORIK (KESEIMBANGAN): Bolak-balik, duduk, merangkak terlambat atau tidak sesuai usia. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh atau menabrak, jalan jinjit, duduk leter ”W”. Sensitif terhadap raba, cahaya dan suara.
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : GANGGUAN BICARA : TERLAMBAT BICARA, BICARA TIDAK JELAS, bicara terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN MENGUNYAH MENELAN : tidak bisa makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • GANGGUAN TIDUR MALAM : Tidur larut malam, sulit untuk memulai tidur, Tidur gelisah bolak-balik ujung ke ujung, tidur posisi “nungging”, berbicara,tertawa,berteriak saat tidur, sulit tidur, malam sering terbangun atau duduk,mimpi buruk, “beradu gigi” atau gigi gemeretak (bruxism).
BACA  Mengapa Bayi Pilih Pilih Makanan ?

KOMPLIKASI DAN AKIBAT GANGGUAN SULIT MAKAN PADA ANAK

Peristiwa gangguan sulit makan yang terjadi pada anak biasanya berlangsung lama. KeiIanan ini seringkali diikuti oleh kesulitan makan. Komplikasi yang bisa ditimbulkan adalah gangguan asupan gizi seperti kekurangan kalori, protein, vitamin, mineral, elektrolit, dan anemia (kurang darah).
Kekurangan kalori dan protein yang terjadi tentunya akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan atau gagal tumbuh. Tampilan klinisnya adlah terjadi gangguan dalam peningkatan berat bada.. Bahkan terjadi kecenderungan berat badan tetap dalam keadaan yang cukup lama. Dalam keadaan normal anak usia di atas 2 tahun seharusnya terjadi peningkatan berat badan 2 kilogram dalam setahun.

  Penyakit akibat kekurangan vitamin dengan gejala dan tanda klinis :

NAMA PENYAKIT KEKURANGAN/ DEFISIENSI GEJALA DAN TANDA KLINIS
1 Buta senja (xeroftalmia) Vitamin A Mata kabur atau buta
2 Beri-beri Vitamin B1 Badan bengkak, tampak rewel, gelisah, pembesaran jantung kanan
3 Ariboflavinosis Vitamin B2 Retak pada sudut mulut, lidah merah jambu dan licin
4 Defisiensi B6 Vitamin B6 Cengeng, mudah kaget, kejang, anemia (kurang darah), luka di mulut
5 Defisiensi Niasin Niasin Gejala 3 D (dermatitis /gangguan kulit, diare, deementia), Nafsu makan menurun, sakit di ldah dan mulut, insominia, diare, rasa bingung.
6 Defisiensi Asam folat Asam folat Anemia, diare
7 Defisiensi B12 Vitamin B12 Anemia, sel darah membesar, lidah halus dan mengkilap, rasa mual, muntah, diare, konstipasi.
8 Defisiensi C Vitamin C Cengeng, mudah mara, nyeri tungkai bawah, pseudoparalisis (lemah) tungkai bawah, perdarahan kulit
9 Rakitis dan Osteomalasia Vitamin D Pembekakan persendian tulang, deformitas tulang, pertumbuhan gigi melambat, hipotoni, anemia
10 Defisiensi K Vitamin K Perdarahan, berak darah, perdarahan hidung dsb

Tabel Penyakit akibat kekurangan mineral dan elektrolit dengan gejala dan tanda klinis:

BACA  Pnemonia IPD (Invasive Pneumococcal Disease) Pada Bayi, Gejala dan Pencegahannya

Penyakit akibat kekurangan mineral  dan elektrolit dengan gejala dan tanda klinis:

  Nama penyakit Kekurangan/

Defisiensi

Gejala dan tanda klinis
1 Anemia Defisiensi Besi Zat besi pucat, lemah, rewel
2 Defisiensi tembaga tembaga Pertumbuhan otak terganggu, rambut jarana dan mudah patah, kerusakan pembuluh darah nadi, kelainan tulang
3 Hipokalemi kalium Lemah otot, gangguan jantung
4 Defisiensi klor klor Rasa lemah, cengeng
5 Defisiensi Fluor Fluor Resiko karies dentis (kerusakan gigi)
6 Defisiensi krom krom Pertumbuhan kurang, sindroma like diabetes melitus
7 Hipomagnesemia magnesium Defisiensi hormon paratiroid
8 Defisiensi Fosfor Fosfor Nafsu makan menurun, lemas
9 Defisiensi Iodium Iodium

Pembesaran kelenjar gondok, gangguan fungsI mental, perkembangan fisik

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *