Jenis, Jadwal dan Daftar Harga Vaksin Imunisasi Bayi

Spread the love

Jenis dan Daftar Harga Vaksin Imunisasi Pada Bayi

Imunisasi menyelamatkan jutaan nyawa dan secara luas diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling berhasil dan efektif (hemat biaya) di dunia. Namun, masih ada lebih dari 19 juta anak di dunia yang tidak divaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap, yang membuat mereka sangat berisiko untuk menderita penyakit-penyakit yang berpotensi mematikan. Dari anak-anak ini, 1 dari 10 anak tidak pernah menerima vaksinasi apapun, dan umumnya tidak terdeteksi oleh sistem kesehatan.

Jadwal Lengkap Imunisasi Pada Bayi , Rekomendasi IDAI Tahun 2020

  • Vaksin Hepatitis B
    • Vaksin Hepatitis B monovalen sebaiknya diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
    • Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.
    • Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, segera berikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, maksimal dalam 7 hari setelah lahir.
    • Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP.
  • Vaksin Polio 0 (nol)
    • Vaksin Polio 0 sebaiknya diberikan segera setelah lahir.
    • Apabila lahir di fasilitas kesehatan diberikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama.
    • Selanjutnya berikan bOPV atau PV bersama DTwP atau DTaP. Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berusia 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.
  • Vaksin BCG
    • Vaksin BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.
    • Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif. Bila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan.
    • Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.
  • Vaksin DPT
    • Vaksin DPT dapat diberikan mulai umur 6 minggu berupa vaksin DTwP atau DTaP. Vaksin DTaP diberikan pada umur 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan.
    • Booster pertama diberikan pada umur 18 bulan.
    • Booster berikutnya diberikan pada umur 5-7 tahun atau pada program BIAS kelas 1. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap.
    • Booster selanjutnya pada umur 10-18 tahun atau pada program BIAS kelas 5.
    • Booster Td diberikan setiap 10 tahun.
  • Vaksin pneumokokus (PCV)
    • PCV diberikan pada umur 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada umur 12-15 bulan.
    • Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.
    • Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan.
    • Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 diberikan 1 kali.
  • Vaksin rotavirus monovalen
    • Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama mulai umur 6 minggu, dosis kedua dengan internal minimal 4 minggu, harus selesai pada umur 24 minggu.
  • Vaksin rotavirus pentavalen
    • Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.
  • Vaksin Influenza
    • Vaksin influenza diberikan mulai umur 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
  • Vaksin MR / MMR
    • Vaksin MR / MMR pada umur 9 bulan berikan vaksin MR. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan berikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun berikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.
  • Vaksin Japanese encephalitis (JE)
    • Vaksin JE diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat berikan booster 1-2 tahun kemudian.
BACA  Benarkah Imunisasi Bayi Tidak Bermanfaat ?

Nama Vaksin

Jenis   Vaksin

Harga

Rotarix Mencegah diare karena rotavorus Rp 245.000,-
Synflorif Mencegah infeksi pnemokokus IPD Rp 524 500,-
Infanrif HIB (DPaT-HiB) Mencegah infeksi difteri, Tetanus dan pertusis tanpa demam Rp 385.000
HIB Mencegah infeksi Otak hemofilus Influenza Rp 178.000,-
Infanrif HIB IPV Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 386.000
Havrix Mencegah infeksi hepatitis A Rp 236.000,-
Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Rp 292.000,-
Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Rp 320.000,-
Varilrix Mencegah infeksi varicela-cacar   air Rp 285.000,-
Engerix B Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 65.800
HB Vax Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 79.500
Infanrix Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 287.500
Okavax Mencegah infeksi Varicella-cacar air Rp 363.250
Polio Mencegah infeksi polio Rp 12.500
Pediacel Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam Rp 484.200
Synflorix vaksin Pneumokokus 10 strain Rp 564.900
Prevenar vaksin Pneumokokus 13 strain Rp 765.400
Tetract HIB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis HiB demam Rp 200.200
Havrix Mencegah infeksi Hepatitis A Rp 280.800
BCG Mencegah infeksi BCG Rp 40.000
Campak Mencegah infeksi Campak Rp 45.000
DPT Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis demam Rp 20.000
DT Mencegah infeksi difteri, Tetanus Rp 47.000,-
Tetanus Mencegah infeksi Tetanus Rp 17.5000,-
DPT HB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis Hepatitis B Rp 65.000
Act HIB Mencegah infeksi otak HiB Rp 236.000
Trimovax Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman) Rp 95.500
MMR II Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman) Rp 110,000,-
Euvax B Mencegah infeksi Hepatitis B Rp 48.000,-
Pedvax Mencegah infeksi Rp 173.000
BACA  Anemia Fisiologis Neonatus

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *