Cara Pemberian Berbagai Vaksin Imunisasi Pada Bayi

Spread the love

Cara Pemberian Berbagai Vaksin Imunisasi Pada Bayi

 

Pemberian vaksin pada bayi umumnya bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntukkan di bagian bawah lapisan kulit. Namun selain dengan cara suntik, ada juga yang dilakukan dengan cara meneteskan cairan ke bagian mulut/oral.
Lokasi penyuntikan serta cara pemberiannya harus ditentukan sesuai dengan efektivitas vaksin itu sendiri dalam merangsang kekebalan tubuh yang baik. Dan cara untuk memberikan vaksin ini pastinya disesuaikan dengan uji klinik, pengalaman para praktisinya, serta adanya pertimbangan teoritis.
Beberapa cara proses pemberian vaksin pada bayi, dan hal itu akan disesuaikan dengan jenis vaksin yang diberikan

Nama Vaksin

Jenis Vaksin

Cara Pemberian

  1. Rotarix
Mencegah diare karena rotavorus Pemberiannya lewat tetes mulut
2. Synflorif Mencegah infeksi pnemokokus IPD  Injeksi
3. Infanrif HIB (DPaT-HiB) Mencegah infeksi difteri, Tetanus dan pertusis tanpa demam  Injeksi
4. HIB Mencegah infeksi Otak hemofilus Influenza
5. Infanrif HIB IPV Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam
6. Havrix Mencegah infeksi hepatitis A Dosis 0,5 ml untuk setiap injeksi ( IM ) dan Vaksinasi primer nya 1 dosis vaksin diikuti dengan Booster 6 bulan kemudian
7. Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Dosis 0,5 ml untuk setiap injeksi ( IM ) dan Vaksinasi primer nya 1 dosis vaksin diikuti dengan Booster 6 bulan kemudian
8. Avaxim Mencegah infeksi hepatitis A Dosis 0,5 ml untuk setiap injeksi ( IM ) dan Vaksinasi primer nya 1 dosis vaksin diikuti dengan Booster 6 bulan kemudian
9. Varilrix Mencegah infeksi varicela-cacar air
10. Engerix B Mencegah infeksi Hepatitis B
  • Disarankan untuk diberikan bersama BCG dan Polio I pada kesempatan kontak pertama dengan bayi.
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg negatif mendapat ½ dosis anak vaksinrekombinan atau 1 dosis anak vaksin plasma derived
  • Dosis kedua harus diberikan 1 bulan atau lebih setelah dosis pertama.
  • Bayi yang lahir dari ibu HbsAg positif mendapat 0,5 cc Hepatitis B immune globulin (HBIG) dalam waktu 12 jam setelah lahir dan 1 dosis anak vaksin rekombinan atau1 dosis anak vaksin plasma derived pada tempat suntikan yang berlainan.
  • Dosis kedua direkomendasikan pada umur 1-2 bulan dan ketiga 6-7 bulan atau bersamadengan vaksin campak pada umur 9 bulan
  • Bayi yang lahir dari ibu yang tidak diketahui status HBsAgnya mendapat 1 dosisanak plasma rekombinan atau 1 dosis anak vaksin plasma derived dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua direkomendasikan pada umur 1-2 bulan dan ketiga 6-7 bulan atau bersama dengan vaksin campak pada umur 9 bulan. Diberikan booster 5 tahun kemudian, dianjurkan pemeriksaan kadar anti HBsAg sebelumnya.
11. HB Vax Mencegah infeksi Hepatitis B
12. Infanrix Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam
13. Okavax Mencegah infeksi Varicella-cacar air
14. Polio Mencegah infeksi polio Dua dosis vaksin MMR diberikan pada atau setelah ulang tahun pertama yang direkomendasikan untuk semua anak, termasuk mereka yang sebelumnya menerima vaksin campak monovalen. Dosis pertama biasanya diberikan pada 12 sampai 15 bulan, dan dosis kedua biasanya diberikan pada empat hingga enam tahun. Harus ada minimal empat minggu antara dosis.
15. Pediacel Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis tanpa demam
  • Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b, bakteria penyebab penyakit berakibat fatal, seperti: Radang selaput otak ( Meningitis)
  • Jangkitan pada selaput otak dan saraf tunjang Radang paru- paru (Pneumonia)
  • Jangkitan pada paru- paru Radang epiglotis ( kerongkong ) – jangkitan pada epiglottis Keracunan darah ( septicaemia )
  • jangkitan darah Radang sendi – jangkitan pada sendi
16. Synflorix vaksin Pneumokokus 10 strain
17. Prevenar vaksin Pneumokokus 13 strain
18. Tetract HIB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis HiB demam Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b, bakteria penyebab penyakit berakibat fatal, seperti: Radang selaput otak ( Meningitis) -jangkitan pada selaput otak dan saraf tunjang Radang paru- paru (Pneumonia) – jangkitan pada paru- paru Radang epiglotis ( kerongkong ) – jangkitan pada epiglottis Keracunan darah ( septicaemia ) – jangkitan darah Radang sendi – jangkitan pada sendi
19. Havrix Mencegah infeksi Hepatitis A
20. BCG Mencegah infeksi BCG
21. Campak Mencegah infeksi Campak
  • dosis 0,5 ml yang disuntikkan secara SUBKUTAN,  lebih baik pada lengan atas.
  • Pada setiap penyuntikan harus menggunakan  jarum dan syringe yang steril. Vaksin yang telah dilarutkan  hanya dapat digunakan pada hari itu juga (maksimum untuk 8 jam) dan itupun berlaku  hanya jika vaksin selama waktu tersebut disimpan  pada suhu 2O-8OC serta terlindung dari sinar matahari.
  • Pelarut harus disimpan pada suhu sejuk  sebelum digunakan.
22. DPT Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis demam
23. DT Mencegah infeksi difteri, Tetanus
24. Tetanus Mencegah infeksi Tetanus
25. DPT HB Mencegah infeksi difteri, Tetanus, Polio dan pertusis Hepatitis B
26. Act HIB Mencegah infeksi otak HiB Hib adalah singkatan untuk Haemophilus influenzae type b, bakteria penyebab penyakit berakibat fatal, seperti: Radang selaput otak ( Meningitis) -jangkitan pada selaput otak dan saraf tunjang Radang paru- paru (Pneumonia) – jangkitan pada paru- paru Radang epiglotis ( kerongkong ) – jangkitan pada epiglottis Keracunan darah ( septicaemia ) – jangkitan darah Radang sendi – jangkitan pada sendi
27. Trimovax Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman)
  •  Untuk orang dewasa dan anak-anak usia 2 tahun dan lebih tua,satu dosis disuntikkan ke dalam otot luar lengan atas atau paha.
  •  Vaksin tifoid harus diberikan setidaknya 14 hari sebelum memasuki area risiko tipus untuk perlindungan terbesar dari infeksi tifus.
  • Vaksinasi ulang (“booster”) dianjurkan setiap 3 tahun jika Anda berulang kali perjalanan ke daerah di mana Anda terkena S. typhi . typhi.
  • Banyak hal yang dapat mempengaruhi dosis obat yang dibutuhkan seseorang, seperti berat badan, kondisi medis lainnya, dan obat lain. Jika dokter Anda telah merekomendasikan dosis yang berbeda dari yang tercantum di sini, jangan mengubah cara Anda mengambil obat tanpa konsultasi dokter Anda.
  • Simpan obat ini di lemari es, tidak membeku, melindunginya dari cahaya, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  •  Jangan buang obat dalam air limbah (misalnya di wastafel atau di toilet) atau dalam sampah rumah tangga.  Tanyakan dokter bagaimana untuk membuang obat yang tidak lagi diperlukan atau telah kedaluwarsa.
28. MMR II Mencegah infeksi Gondong Campak Rubela (campak Jerman)
29. Euvax B Mencegah infeksi Hepatitis B
30. Vaxigrip Mencegah infeksi influenza
  • Vaksin influenza diberikan sekali setahun, biasanya pada bulan Oktober atau November, sebagai suntikan ke dalam otot (biasanya di lengan atas).
  • Penting obat ini diberikan persis seperti yang direkomendasikan oleh dokter Anda.
  •  Jika Anda melewatkan janji untuk menerima vaksin influenza, hubungi dokter sesegera mungkin untuk menjadwal ulang janji Anda.
  • Obat ini disimpan dalam lemari es dan harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Ini harus dilindungi bentuk cahaya dan tidak diizinkan untuk membeku.
  • Jangan buang obat dalam air limbah (misalnya di wastafel atau di toilet) atau dalam sampah rumah tangga.
  • Setiap dosis 0,5 mL berisi 3 strain virus influenza bahan Nonmedicinal:. Formaldehida, neomisin, larutan natrium klorida isotonik, natrium fosfat-buffer, thimersol, sukrosa, dan Triton ® X-100.
31. Vaxigrip Mencegah infeksi Influenza  Mirip xagrip di atas
Lokasi Penyuntikan
  • Untuk jenis suntikkan subkutan atau disebut juga dengan SC, maka akan diberikan kepada anak atau balita ketika berusia di bawah 12 bulan. Proses penyuntikkan ini umumnya dilakukan di bagian paha atas. Sedangkan untuk anak-anak yang sudah berusia di atas 12 bulan, maka pemberian vaksin akan dilakukan dengan menyuntikkan vaksin di bagian tangan atas.
  • Untuk jenis penyuntikkan vaksin intramuscular atau disebut juga dengan IM, maka proses pemberian vaksin untuk anak berusia di bawah 12 bulan proses pemberiannya dilakukan dengan menyuntikkan cairan di bagian paha atas. Dan untuk anak yang berusia dari 1-2 tahun, maka proses penyuntikkan vaksin bisa dilakukan di bagian paha atas atau tangan atas. Sama halnya dengan anak-anak yang berusia 3-8 tahun. Sedangkan untuk kalangan dewasa (dimulai dari usia 19 tahun ke atas), maka penyuntikkan vaksin harus dilakukan di bagian atas tangan.

 

BACA  Vaksinasi Polio Pada Bayi : Jadwal, Jenis dan Efek Sampingnya

.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *